Sopir Angkot di Bandung Bersuka Cita Terima Kompensasi Tahun Baru
📅 Kamis, 01 Jan 2026, 00:35 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kota Bandung
BANDUNG - Bagi Dadan, sopir angkot trayek Stasiun Hall–Sadang Serang, dua hari tanpa menarik penumpang biasanya berarti dua hari tanpa pemasukan. Namun akhir tahun ini terasa berbeda. Rabu (31/12) di Sport Jabar Bandung, Dadan pulang membawa senyum, kompensasi Rp500.000 untuk dua hari libur angkot resmi di Kota Bandung.
“Kalau saya sih senang, ya. Enggak jalan tapi dikasih uang,” ujar Dadan polos usai menerima kompensasi.
Baginya, kompensasi Rp250.000 per hari itu bahkan lebih besar dari penghasilan kotor harian yang biasa ia dapatkan.
“Sehari paling Rp150.000 sampai Rp200.000 kotor (pendapatan mengemudi angkot). Ini lebih dari cukup. Makasih banget. Dikasih libur, dikasih uang. Mudah-mudahan yang ngasih ini sehat, panjang umur, banyak rezekinya. Amin,” kata dia sambil tersenyum.
Cerita serupa datang dari Dani, sopir angkot trayek Cicaheum–Ledeng. Dengan logat Sunda yang kental, Dani menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penghasilan hariannya biasanya tak jauh dari Rp150.000 setelah setoran dan bensin. Karena itu, kompensasi tersebut menjadi angin segar.
“Alhamdulillah, jadi bisa istirahat. Tahun baru kan macet,” ujar dia.
Dani pun sudah punya rencana sederhana, pulang kampung ke Garut selama dua hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Buat istri di rumah,” katanya singkat, namun penuh makna.
Ruhenda, sopir trayek Stasiun Hall–Sadang Serang lainnya, juga merasakan hal yang sama. Dengan penghasilan kotor sekitar Rp200.000 per hari, kompensasi Rp250.000 dinilainya berada di atas rata-rata pendapatan harian.
“Ya alhamdulillah buat anak istri. Rencananya langsung pulang ke Garut,” tutur dia.
Program kompensasi ini merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diterapkan di Kota Bandung selama 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan selama dua hari tersebut angkot di wilayah Kota Bandung diliburkan dan setiap sopir mendapatkan kompensasi Rp250.000 per hari.
“Totalnya Rp500.000 untuk dua hari. Ini sebagai konsekuensi karena angkot tidak beroperasi,” kata Rasdian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!