Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sisa Makanan Pesta Tahun Baru Agar Tetap Aman Dikonsumsi? Simak Cara Mengelolanya

📅 Kamis, 01 Jan 2026, 17:41 WIB | Oleh:
Sisa Makanan Pesta Tahun Baru Agar Tetap Aman Dikonsumsi? Simak Cara Mengelolanya Doc: ANTARA/Andri Saputra
Ket. Sejumlah pengunjung mengambil makanan tradisional yang disajikan oleh juru masak pada kegiatan Ternate Gastronomy Festival 2025 di Benteng Oranje, Ternate, Maluku Utara, Selasa (23/12). Demo masak makanan berbahan pangan lokal itu untuk mempromosikan beragam kuliner khas Maluku Utara.

JAKARTA - Merayakan pesta pergantian tahun berarti akan banyak makanan yang tersaji, namun setelah pesta selesai sisa makanan akan melimpah dan bisa berisiko pada kesehatan jika tidak ditangani dengan baik.

Ditulis Times of India, Kamis, seorang dokter umum yang berbasis di Singapura Dr. Samuel Choudhury mengatakan pentingnya menangani sisa makanan dari pesta tahun baru dengan hati-hati.

Ia memberi contoh kasus penanganan daging ayam sisa yang dimasak kembali menyebabkan kematian karena adanya trachyctes menyerang meski sudah disimpan di dalam kulkas.

"Lima puluh empat orang mengalami keracunan makanan dan itu belum berakhir. Meskipun dirawat di rumah sakit, tiga orang meninggal dunia. Dan jika Anda bertanya-tanya, bagaimana ini bisa terjadi? Mereka tidak mematuhi aturan penyimpanan makanan yang aman," katanya.

Choudhury menyarankan minimalkan waktu makanan dalam zina berbahaya, yang berarti makanan yang sudah dimasak tidak boleh dibiarkan di suhu ruangan terlalu lama.

"Kuncinya pendinginan yang cepat. Turunkan suhu hingga 21 derajat dalam dua jam dan turunkan hingga 5 derajat dalam empat jam. Total maksimal enam jam. Mendinginkan makanan dengan cepat bukan berarti anda langsung memasukkan ke dalam kulkas," katanya.

Saran lainnya adalah hindari mengeluarkan dan memasukkan makanan kembali ke kulkas berang kali. Setelah dikeluarkan konsumsi atau buang.

Dokter juga mengingatkan makanan tertentu memiliki risiko lebih tinggi daripada yang lain. Secara umum makanan dengan kandungan air rendah akan menimbulkan risiko lebih rendah.

"Makanan seperti daging, pasta, dan nasi serta produk susu yang mengandung banyak air semuanya termasuk makanan berisiko tinggi," kata Choudhury.

Choudhury juga mengingatkan bahwa keracunan makanan merupakan gejala medis yang serius dan harus segera ke rumah sakit. Melakukan penyimpanan makanan sederhana dapat menghindari dari keracunan makanan atau penyakit lainnya dan tetap aman menikmati tahun baru tanpa perlu berkunjung ke rumah sakit. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.