Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Santai Hadapi Latihan Tembak China di Sekitar Taiwan, Klaim Hubungan dengan Xi Baik-baik Saja

📅 Selasa, 30 Des 2025, 14:15 WIB | Oleh:
Trump Santai Hadapi Latihan Tembak China di Sekitar Taiwan, Klaim Hubungan dengan Xi Baik-baik Saja Doc: Digivestasi

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya tidak khawatir dengan latihan militer China berskala besar yang mensimulasikan serangan ke Taiwan. Pernyataan itu disampaikan Trump ketika latihan tembak langsung Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) memasuki hari kedua, termasuk peluncuran rudal ke wilayah Selat Taiwan.

Trump mengaku tidak mendapat pemberitahuan apa pun dari Presiden China Xi Jinping terkait latihan tersebut. Ia menegaskan hubungannya dengan pemimpin China itu tetap terjalin dengan baik. “Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi, dan dia tidak mengatakan apa pun soal ini kepada saya,” ujar Trump kepada wartawan.

Latihan militer tersebut dimulai secara mengejutkan pada Senin dan berlanjut hingga Selasa dengan aksi tembak langsung. PLA menyebut latihan ini melibatkan kapal perusak, fregat, pesawat tempur, pembom, drone, hingga rudal jarak jauh yang dikerahkan di sekitar Taiwan. Beijing menyebut manuver ini bertujuan menguji koordinasi udara-laut serta kemampuan melacak dan menetralisasi target secara presisi.

China kembali menegaskan klaimnya bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayahnya. Pemerintah Beijing terus meningkatkan tekanan militer dan non-militer terhadap Taipei, sembari menyiapkan kemampuan invasi penuh dalam beberapa tahun ke depan, menurut penilaian intelijen Amerika Serikat sebelumnya.

Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan dalam 24 jam terakhir terdeteksi sedikitnya 14 kapal angkatan laut China, 14 kapal penjaga pantai, satu balon pengintai, serta sekitar 130 pesawat dan drone militer yang beroperasi di sekitar pulau tersebut. Latihan ini diberi nama “Justice Mission 2025” oleh Beijing dan disebut sebagai yang terbesar sejak 2022.

Meski begitu, Trump menepis kekhawatiran soal kemungkinan invasi. Ia mengatakan telah melihat perkembangan latihan tersebut, namun tidak percaya China akan benar-benar melancarkan serangan. “Tidak ada yang membuat saya khawatir,” kata Trump, merujuk pada kemungkinan agresi militer langsung.

Di Taiwan, latihan ini dipandang sebagai ancaman serius. Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo menilai manuver China mengabaikan norma internasional dan bertujuan melemahkan kesiapan pertahanan sekaligus menciptakan tekanan psikologis di tengah masyarakat. Menurutnya, lokasi jatuhnya proyektil latihan berada di sekitar zona 24 mil laut Taiwan.

Presiden Taiwan Lai Ching-te juga menanggapi situasi ini dengan nada tegas namun menahan diri. Ia menyatakan China tidak bertindak sebagai kekuatan dunia yang bertanggung jawab. Meski demikian, Taiwan berkomitmen mempertahankan kedaulatan tanpa memicu eskalasi konflik lebih lanjut.

Latihan militer ini terjadi di tengah hubungan yang tidak konsisten antara Washington dan Taipei di era kepemimpinan Trump. Amerika Serikat tetap menjadi pendukung utama Taiwan, termasuk melalui penjualan senjata bernilai besar yang baru-baru ini disetujui. Beijing secara terbuka menyebut penjualan tersebut sebagai provokasi dan alasan utama digelarnya latihan militer terbaru di sekitar Taiwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival

Makin Menjadi, Kebakaran Bromo Merambat ke 'Negeri di Atas Awan' B29

17 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Makin Menjadi, Kebakaran Br...
Nasional
KOWANI Gaungkan Gerakan Tem...
Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.