Para Penjaga Pantai Selatan, Tatapan Mata Tajam Jaga Keselamatan Wisatawan
📅 Selasa, 30 Des 2025, 18:28 WIB | Oleh: OpikBerdasarkan catatan Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah III Parangtritis, sebagian besar kecelakaan laut terjadi di titik-titik seperti itu.

Komandan Regu Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah III, Al Andi Irawan. Antara/Luqman Hakim
Menurut Rinto Rafli, Sekretaris SRI Wilayah III, setidaknya ada tujuh titik palung yang tersebar dari sisi timur hingga barat pantai. Di titik-titik itulah relawan berjaga, mengarahkan wisatawan agar menjauh dari jalur arus balik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau musim hujan seperti sekarang, palung atau rip current justru lebih mudah terlihat. Airnya tenang seperti kolam, tidak ada buih putih. Orang awam lihatnya aman, tapi itu justru jalur arus balik," jelas Rinto.
Ia menjelaskan, titik-titik itu sering muncul di sekitar muara sungai kecil yang mengalir ke laut.
Karena itu, relawan hafal lokasi-lokasi rawan dan menempatkan pengawasan di empat shelter utama yang berfungsi sebagai pos pantau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Daerah DIY menurunkan 328 personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) untuk siaga selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kepala Satpol PP DIY Bagas Senoadji menyampaikan bahwa para personel ditempatkan di tujuh titik penjagaan, dengan lima titik di antaranya berada di sepanjang pesisir pantai selatan di DIY selama 24 jam.
Langkah itu ditempuh karena pada akhir tahun diperkirakan sebagian besar kunjungan wisata memang terpusat di pantai sehingga risiko kecelakaan laut meningkat.
Kebijakan itu juga seturut arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X agar pengawasan dan peringatan kepada wisatawan diperketat selama periode libur panjang di sepanjang garis pantai selatan yang membentang sekitar 113 kilometer di wilayah Gunungkidul, Bantul, hingga Kulon Progo.
Menjelang senja, langit mulai meredup di atas pantai yang populer dengan legenda Ratu Pantai Selatan Nyai Roro Kidul itu.
Di pos kayu setinggi dua setengah meter itu, Afif tampak kembali mencondongkan badan, matanya menyapu garis air yang berubah warna seiring turunnya cahaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!