Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Para Penjaga Pantai Selatan, Tatapan Mata Tajam Jaga Keselamatan Wisatawan

📅 Selasa, 30 Des 2025, 18:28 WIB | Oleh:
Para Penjaga Pantai Selatan, Tatapan Mata Tajam Jaga Keselamatan Wisatawan Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Afif Nur Cahyana (kanan) dan Irfan Tirta (tengah) berjaga dari pos pantau kayu menghadap area palung di Pantai Parangtritis, Bantul, DIY.

YOGYAKARTA - Seorang pria berkaus oranye meniup peluit sekuat tenaga dari atas pos pantau setinggi sekitar dua setengah meter.

Nyaring bunyi peluit memecah riuh ratusan wisatawan yang tengah asyik bermain air di bibir Pantai Parangtritis, Bantul, DIY sore itu.

Dengan mencondongkan badan, pria itu menatap tajam kerumunan wisatawan yang dianggap telah mendekati zona bahaya. Bunyi peluit itu sebagai isyarat agar mereka segera mundur.

"Diperingatin dua kali, tiga kali. Kalau masih susah, ditungguin, kita turun, Mas," ucap pria bernama lengkap Afif Nur Cahyana, sembari mempersilakan Antara menaiki bangunan pos berbahan kayu itu.

Pria berusia 20 tahun itu merupakan anggota Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah Operasi III yang bertugas sebagai relawan penyelamatan di kawasan pantai Parangtritis.

Afif kemudian menunjuk area pantai yang tampak berbeda dari area lainnya. Lebih gelap dan tak jauh dari bibir pantai. Ombak yang melewati area itu tak membawa buih dan relatif lebih tenang.

"Air yang tenang itu justru palung. Orang awam lihatnya aman, padahal dalem. Di situ arus balik bisa narik orang ke tengah," ujarnya dengan mata yang masih fokus ke arah wisatawan.

Menurut dia, ombak yang tampak jinak di titik itu menandakan palung, bagian laut yang lebih dalam dan kerap menjadi lokasi munculnya arus balik (rip current) yang bisa menyeret wisatawan ke tengah.

Untuk alasan itu pula pos pantau berdiri persis menghadap kawasan rawan tersebut.

Afif ditemani seorang relawan lain, Irfan Tirta (23). Mereka berdua bersiaga di pos itu sejak pukul 08.00 WIB.

Pos pantau itu berdiri dengan konstruksi kayu sederhana. Lebarnya kira-kira sekitar satu meter lebih sedikit, cukup untuk memuat dua hingga tiga orang dalam posisi duduk berdampingan.

Selain peluit, mereka dibekali pelampung, ATV, dan papan selancar.

Momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membuat keduanya harus memompa fokus lantaran wisatawan yang datang lebih ramai ketimbang hari biasa.

Laiknya Afif, meski sembari ngobrol dan sesekali melontarkan candaan kecil, Irfan tidak pernah benar-benar melepaskan pandangan dari laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tiongkok

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Tertinggal 0-2 da...
Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Megapolitan
Enam Desa Wisata Ditetapkan...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.