Investor Pasar Modal RI Tembus 20 Juta, Tumbuh Pesat di 2025

Selasa, 30 Des 2025, 22:00 WIB

JAKARTA – Jumlah investor pasar modal Indonesia pada 2025 tercatat tumbuh 37 persen, mencerminkan pendalaman pasar keuangan yang semakin kuat. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam instrumen investasi formal, seiring membaiknya literasi keuangan, kemudahan akses digital, serta perluasan basis investor ritel.

Secara struktural, lonjakan jumlah investor juga menandakan perubahan perilaku keuangan masyarakat yang tidak lagi semata mengandalkan instrumen konvensional, tetapi mulai memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pengelolaan aset dan perencanaan keuangan jangka panjang. Di sisi lain, kondisi suku bunga yang lebih kondusif dan stabilitas makroekonomi turut mendorong minat berinvestasi.

Ket. Foto: Seremoni Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). — Sumber: ANTARA/ Muhammad Heriyanto

Namun, peningkatan jumlah investor perlu diimbangi dengan penguatan kualitas pasar. Edukasi berkelanjutan, perlindungan investor, serta pengawasan terhadap praktik spekulatif menjadi krusial agar pertumbuhan kuantitatif ini bertransformasi menjadi basis investor yang sehat, rasional, dan berkelanjutan bagi perekonomian nasional.

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melaporkan jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 20,32 juta Single Investor Identification (SID) per 29 Desember 2025, atau tumbuh 37 persen year on year (yoy) dibandingkan sebanyak 14,87 juta pada akhir 2024.

Jumlah itu merupakan SID terkonsolidasi yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN), serta efek lain yang tercatat di KSEI.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat dalam Konferensi Pers Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Gedung BEI Jakarta, Selasa (30/12), merinciterdapat 8,59 juta investor yang memiliki saham dan efek lainnya, atau tumbuh 35 persen (yoy) dibandingkan sebanyak 6,38 juta investor pada akhir tahun 2024.

Lalu, sebanyak 19,17 juta investor memiliki aset reksa dana, atau tumbuh 37 persen (yoy) dibandingkan sebanyak 14,03 juta investor pada akhir tahun 2024.

Kemudian, sebanyak 1,41 juta investor memiliki SBN atau tumbuh 18 persen (yoy) dibandingkan sebesar 1,2 juta investor pada akhir tahun 2024.

Berdasarkan wilayah, lanjutnya, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan pertumbuhan SID terbesar yaitu sebesar 50,71 persen. Sedangkan untuk pertumbuhan aset yang paling tinggi dicatatkan Sulawesi Barat yang meningkat 132,87 persen.

Dari sisi demografi, komposisi pertumbuhan investor terdiri dari jenis kelamin sebesar 66,35 persen laki-laki, pekerjaan 66,20 persen pegawai, serta pendidikan 15,15 persen lulusan SMA/sederajat.

Kemudian, usia 52,59 persen di bawah 30 tahun, serta penghasilan 57,29 persen dengan penghasilan Rp10-100 juta/bulan.

KSEI juga mencatatkan komposisi jumlah investor pasar modal Indonesia didominasi oleh 99,78 persen investor lokal dan 0,22 persen investor asing.

Dominasi juga dicatatkan pada komposisi aset investor C-BEST lokal sebesar 60,37 persen, meningkat dari tahun lalu sebesar 59,96 persen.

Total aset yang tercatat di KSEI meningkat menjadi Rp10.438 triliun per 24 Desember 2025, atau meningkat 27 persen dibandingkan akhir tahun 2024.

Adapun, jumlah efek yang tercatat di pada sistem The Central Securities and Book-Entry Settlement System (C-BEST) berjumlah 3.627 atau tumbuh 11 persen (y0y) dibandingkan dengan tahun 2024.

Peningkatan itu sejalan dengan peningkatan IHSG dan kapitalisasi pasar di BEI. Sedangkan dari sisi AUM reksa dana, tercatat peningkatan 23 persen (yoy) dibandingkan tahun 2024 menjadi Rp996 triliun.

Dari sisi jumlah produk investasi, terdapat 2.317 produk investasi yang tercatat di KSEI, yang menunjukkan peningkatan sebesar 2 persen dibandingkan tahun 2024.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN

Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!

Pembangunan Jakarta Harus Perkuat Identitas

Timnas Putri U16 Lolos Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 Usai Tekuk Hongkong 1-0

Flores Diguncang 2.403 Gempa Susulan, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan

Flores Belum Aman! Ribuan Gempa Susulan Masih Beruntun Guncang NTT Usai Gempa M 7,7!

Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri

DPR Dorong Relokasi Anggaran untuk Tangani Dampak Gempa NTT

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran

Singapura dan Hong Kong Perkuat Ambisi Jadi Pusat Perdagangan Emas

Infantino Kehilangan Orang Kepercayaan Saat Tekanan di FIFA Meningkat

Serena dan Venus Williams Kembali Bertanding di Nomor Ganda, Kalah Dramatis di Cincinnati Open

Tiga Gunung Api Erupsi Malam Ini, Masyarakat Diminta Waspada

Perseteruan di Federasi Sepak Bola Asia Makin Panas, Presiden AFC Kecam Qatar

Unggulan Tumbang, Peluang Jonatan dan Alwi di Kejuaraan Dunia BWF 2026 Makin Terbuka

Liga Inggris Akan Publikasikan Evaluasi Independen Keputusan Wasit dan VAR Setiap Pekan

Mendekati Horor, The X-Files: I Want to Believe Dirilis Ulang dalam Director’s Cut R-Rated, Lebih Gelap dari Versi 2008

Desa-desa Hantu di Irak: ISIS Mengusir Warga, Kini Musuh Baru Mencegah Penduduk Pulang Kembali

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.