Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkomdigi Pastikan Koneksi Internet di Aceh Kembali Normal Sebelum 2026

📅 Senin, 29 Des 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkomdigi Pastikan Koneksi Internet di Aceh Kembali Normal Sebelum 2026 Doc: Antara
Ket. Menkomdigi RI Meutya Viada Hafid saat meninjau pengoperasian tower BTS yang pernah terdampak banjir di Desa Tanah Terban, Karang Baru, Aceh Tamiang, Minggu (28/12).

Banda Aceh - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi RI) Meutya Viada Hafid menyatakan bahwa konektivitas internet di Aceh bakal kembali pulih sebelum pergantian tahun atau masuk 2026.

"Untuk kami, tugas kami adalah memastikan koneksi internet kembali, seluler kembali pulih sebelum tahun berganti," kata Meutya Hafid saat berkunjung ke Aceh Tamiang, Minggu (28/12).

Apalagi, kata dia, Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan jajaran kabinet khusus terkait kebencanaan untuk mempercepat pemulihan di sektor masing-masing sebelum tahun berganti.

Karena itu, pihaknya hari ini hadir bersama dengan berbagai mitra dari Kementerian Komdigi dalam hal ini para operator seluler yakni Telkomsel, XL dan Indosat.

"Kemudian ini ada Direktur RRI, TVRI, ANTARA dan sebagainya untuk memastikan bahwa tugas kita itu masing-masing bisa berjalan maksimal," ujarnya.

Selama di daerah bencana Kabupaten Aceh Tamiang, Meutya Hafid ikut meninjau tower BTS yang sempat rusak akibat terdampak banjir di Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru.

Selain meninjau menara BTS, Menkomdigi juga menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak bencana di tenda-tenda pengungsian kompleks perkantoran Bupati Aceh Tamiang.

Saat ini, pengoperasian infrastruktur telekomunikasi perangkat seluler masih dibantu dengan tenaga mesin genset dan baterai karena daya listrik PLN belum maksimal.

"Nah, tadi sudah kita lihat kunjungan langsung ke BTS yang terdampak jadi kalau recovery (pemulihan) BTS-nya sudah di atas 90 bahkan 95 persen," kata Meutya.

Namun, tambah Meutya, jika dihitung tenggang waktunya kurang lebih untuk seluruh Aceh sudah mencapai 90 persen, sedangkan khusus di Aceh Tamiang dari 60 sampai 80 persen.

"Karena operatornya berbeda-beda. Kalau Telkomsel mungkin sudah 80 persen. Tapi yang lain-lain (Indosat dan XL) menyusul dalam dua hari ini sudah menaikkan konektivitasnya dengan berbagai cara. Dengan genset, baterai, jadi kalau listrik padam ada genset, genset mati ada baterai," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, ia menegaskan sangat menghargai kerja dari operator seluler, karena banyak keluarganya juga terdampak bencana, tetapi tetap melakukan percepatan pemulihan jaringan komunikasi.

Sehingga, untuk Aceh secara umum sudah di atas 91 persen, sedangkan Aceh Tamiang dan Gayo Lues masih menjadi PR Kemenkomdigi atau belum mencapai 90 persen.

"Kita masih ada waktu beberapa hari menjelang akhir tahun. Tadi saya sudah titip betul kepada Telkomsel khususnya bagaimana supaya bisa di atas 90 persen dan beliau sudah menyanggupi. Jadi Insyaallah konektivitas bisa betul-betul pulih," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.