Fungsi Otak pada Alzheimer Stadium Lanjut Ternyata Masih Bisa Dipulihkan
📅 Senin, 29 Des 2025, 05:05 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Philippe LOPEZ / AFP
S
ebuah studi tim University Hospitals Cleveland Medical Center mengungkap bahwa pemulihan keseimbangan energi di otak tidak hanya berpotensi memperlambat penyakit Alzheimer, tetapi juga mampu membalikkan kerusakan yang telah terjadi. Temuan ini menantang paradigma lama tentang Alzheimer yang selama lebih dari satu abad dianggap sebagai kondisi permanen dan tidak dapat dipulihkan.
Selama ini, karena Alzheimer dipandang tidak dapat disembuhkan, sebagian besar penelitian difokuskan pada strategi pencegahan atau memperlambat laju penyakit. Hampir tidak ada upaya ilmiah yang secara eksplisit bertujuan memulihkan penyakit dan memulihkan kemampuan kognitif yang hilang.
Dalam penelitian terbaru ini, para peneliti mempelajari beberapa model tikus penyakit Alzheimer secara bersamaan dengan jaringan otak manusia penderita Alzheimer. Dari pendekatan tersebut, mereka mengidentifikasi masalah biologis krusial yang berada di inti penyakit.
Penelitian mereka menemukan bahwa ketidakmampuan otak mempertahankan kadar molekul energi seluler penting yang dikenal sebagai NAD+ memainkan peran utama dalam memicu dan mendorong perkembangan Alzheimer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada model hewan, mempertahankan kadar NAD+ otak dalam kondisi normal terbukti mampu mencegah perkembangan Alzheimer. Temuan yang lebih mengejutkan muncul ketika keseimbangan NAD+ dipulihkan setelah penyakit memasuki tahap lanjut. Dalam kondisi tersebut, otak menunjukkan kemampuan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi dan memulihkan fungsi kognitif secara menyeluruh.
Hasil ini menunjukkan bahwa terapi yang menargetkan pemulihan keseimbangan energi otak berpotensi membawa pengobatan Alzheimer melampaui sekadar memperlambat penurunan fungsi, menuju pemulihan yang bermakna.
Selain itu, temuan ini juga membuka peluang penelitian lanjutan, termasuk eksplorasi strategi terapeutik komplementer serta uji klinis yang dirancang secara cermat untuk menilai apakah hasil serupa dapat diterapkan pada pasien manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pandangan Lama
Selama lebih dari satu abad, penyakit Alzheimer (Alzheimer’s disease/AD) secara luas dipandang sebagai kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Keyakinan ini membentuk arah penelitian global, yang lebih menitikberatkan pada pencegahan atau penghambatan progresivitas penyakit, bukan pada pemulihan fungsi otak yang telah rusak.
Bahkan setelah puluhan tahun riset dan investasi miliaran dolar, belum pernah ada uji coba obat Alzheimer yang secara khusus dirancang untuk membalikkan penyakit dan memulihkan kemampuan kognitif.
Asumsi yang telah lama dianut tersebut kini ditantang oleh para peneliti dari University Hospitals, Case Western Reserve University, dan Louis Stokes Cleveland VA Medical Center. Penelitian mereka berangkat dari pertanyaan mendasar dan berani: apakah otak yang telah mengalami kerusakan berat akibat Alzheimer stadium lanjut masih memiliki kemampuan untuk pulih?
Kegagalan Energi Otak
Penelitian ini dipimpin oleh Kalyani Chaubey, PhD, dari Pieper Laboratory dan dipublikasikan pada 22 Desember dalam jurnal Cell Reports Medicine. Dengan menelaah jaringan otak manusia penderita Alzheimer serta sejumlah model tikus praklinis, tim peneliti berhasil mengidentifikasi kegagalan biologis utama yang berada di pusat penyakit tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!