Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Aceh Fokus ke Pemulihan Konektivitas, Percepat Pemulihan Pasca Bencana Banjir

📅 Minggu, 28 Des 2025, 13:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Aceh Fokus ke Pemulihan Konektivitas, Percepat Pemulihan Pasca Bencana Banjir Doc: Pos Komando Tanggap Darurat
Ket. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir bersama Bupati Aceh Tengah di Takengon.

BANDA ACEH - Pemerintah Provinsi Aceh memfokuskan upaya membangun kembali konektivitas di wilayah tengah provinsi untuk mempercepat pemulihan pasca banjir dan tanah longsor dahsyat yang terjadi pada akhir November 2025.  

“Akses jalan di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues adalah denyut nadi perekonomian lokal,” kata Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir pada hari Sabtu (27/12).  

Ia menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki titik-titik infrastruktur utama guna memastikan kelancaran distribusi logistik dan bahan bakar.

“Jika barang dapat mengalir dengan bebas dan pasokan tetap mencukupi, ekonomi lokal akan terus pulih. Itulah mengapa pemulihan konektivitas sangat dibutuhkan,” ujar Nasir.  

Proyek prioritas meliputi pembukaan kembali rute yang diblokir dan perbaikan ruas jalan vital seperti jembatan yang menghubungkan Bireuen dan Bener Meriah, serta jalan Simpang KKA–Bener Meriah. 

Pemerintah juga berupaya memulihkan akses di sepanjang koridor Pameu–Aceh Tengah, Nagan Raya–Aceh Tengah, dan Aceh Tengah–Gayo Lues untuk menghidupkan kembali mobilitas antar distrik dataran tinggi.  

Selain perbaikan jalan, Nasir menyoroti perlunya merelokasi warga yang terdampak bencana ke daerah yang lebih aman. 

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk memverifikasi data rumah-rumah yang rusak dan menyarankan agar puing-puing kayu akibat banjir dan tanah longsor dapat digunakan kembali untuk membangun kembali jembatan dan rumah.  

Kepala Distrik Aceh Tengah, Haili Yoga, melaporkan bahwa perekonomian mulai pulih seiring dengan membaiknya akses jalan antar distrik. 

Namun, ia mencatat bahwa beberapa desa masih terisolasi, sehingga bantuan logistik perlu dikirim melalui udara.  

Aceh termasuk di antara tiga provinsi di Sumatera—bersama Sumatera Utara dan Sumatera Barat—yang dilanda banjir dan tanah longsor baru-baru ini. 

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 28 Desember, bencana tersebut telah menelan korban jiwa sebanyak 1.138 orang, dengan 511 korban jiwa tercatat di Aceh.  

Data BNPB juga menunjukkan bahwa sekitar 171.000 rumah rusak di 52 kabupaten dan kota, dengan Aceh menyumbang sebagian besar kerusakan yaitu 133.600 unit.  

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemerintah Provinsi DKI Jak...

Indonesia-Arab Saudi Perluas Kerja Sama Sektor Transportasi

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Luar Negeri
Indonesia-Arab Saudi Perlua...
Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...

Menkeu Purbaya Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Menkeu Purbaya Pastikan Tak...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.