Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bencana Tak Pernah Berlibur, Kesiapsiagaan Kita Mengurangi Dampaknya

📅 Minggu, 28 Des 2025, 17:22 WIB | Oleh:
Bencana Tak Pernah Berlibur, Kesiapsiagaan Kita Mengurangi Dampaknya Doc: ANTARA/Dhimas Budi Pratama
Ket. Sebuah mobil menimpa mobil lainnya pascabanjir di Mataram, NTB, Senin (7/7). Pemerintah Kota Mataram Provinsi NTB menyatakan banjir yang melanda pada Minggu (6/7/2025) mengakibatkan sebanyak 7.676 rumah terendam, 7.676 kepala keluarga (KK) atau sekitar 30.681 jiwa mengungsi dan satu orang meninggal dunia karena tersengat listrik di Ampenan.

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Libur Natal dan tahun baru selalu membawa dua arus besar yang bergerak bersamaan. Arus kegembiraan masyarakat yang merayakan liburan dan arus kewaspadaan aparat serta pemerintah daerah yang bersiap menghadapi risiko.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), akhir tahun bukan hanya soal pariwisata dan mobilitas, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir ketika alam menunjukkan sisi paling tak terduganya.

Musim hujan 2025–2026 datang bersamaan dengan puncak liburan. Curah hujan meningkat, angin menguat, gelombang meninggi, dan potensi bencana hidrometeorologi membentang dari hulu, hingga pesisir.

Dalam situasi seperti ini, kesiapsiagaan bukan lagi slogan tahunan, melainkan kebutuhan nyata yang menyentuh keselamatan warga dan wisatawan.

NTB berada di wilayah yang secara geografis rentan. Pegunungan, daerah aliran sungai, kawasan pesisir, dan zona pariwisata yang padat pengunjung menjadikan risiko bencana semakin kompleks.

Libur panjang memperbesar tantangan itu, karena populasi di satu titik bisa melonjak drastis hanya dalam hitungan hari.


Cuaca ekstrem

Tema kebencanaan paling kekinian di NTB saat libur akhir tahun adalah meningkatnya risiko cuaca ekstrem yang polanya semakin sulit diprediksi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat kombinasi aktifnya fenomena atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation, gelombang Kelvin, dan sirkulasi siklonik di selatan Indonesia berkontribusi pada hujan lebat dan angin kencang.

Bencana tidak lagi datang dengan pola lama. Longsor yang dulu identik dengan wilayah utara Lombok, kini mulai bergeser ke wilayah selatan akibat alih fungsi lahan.

Banjir tidak hanya terjadi di kawasan hulu, tetapi juga di wilayah hilir, seperti Kota Mataram yang rentan limpasan air sungai dan banjir rob.

Kondisi ini menandai pergeseran risiko dari bencana alam murni ke bencana ekologis. Sampah yang menyumbat drainase, penebangan pohon di kawasan rawan, dan pembangunan tanpa daya dukung lingkungan, memperbesar dampak cuaca ekstrem.

Saat hujan turun deras, air tidak lagi memiliki ruang untuk meresap, lalu mencari jalan tercepat ke permukiman.

Libur panjang membuat dampak itu terasa berlipat. Ketika wisatawan memenuhi pantai, desa wisata, dan jalur pendakian, kapasitas lingkungan diuji pada saat yang sama dengan meningkatnya tekanan cuaca.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.