Jalur Pendakian Gunung Tambora NTB Ditutup Sementara
📅 Sabtu, 27 Des 2025, 14:50 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Balai Taman Nasional Tambora
MATARAM - Balai Taman Nasional Tambora menutup seluruh jalur pendakian menuju Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penutupan dilakukan sementara demi menjamin keselamatan pengunjung sekaligus menjaga kelestarian alam.
Demikian disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Aziz Bakri, di Mataram, Jumat (26/12). Ia mengatakan kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh aktivitas wisata pendakian di kawasan Taman Nasional Tambora.
“Aktivitas wisata pendakian di Taman Nasional Tambora ditutup sementara,” ujar Aziz.
Ia menjelaskan, penutupan jalur pendakian mulai diberlakukan pada 28 Desember 2025 hingga waktu yang belum ditentukan.
Seluruh jalur dan kegiatan pendakian ke Gunung Tambora untuk sementara tidak diperkenankan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Aziz, langkah ini diambil sebagai upaya memastikan keamanan pengunjung, pemandu, porter, serta petugas lapangan
Hsl ini juga sekaligus memberi kesempatan bagi ekosistem dan keanekaragaman hayati di kawasan Tambora untuk pulih secara alami.
Terkait pembukaan kembali jalur pendakian, Aziz menegaskan pihaknya akan menyampaikan informasi secara resmi melalui pengumuman Balai Taman Nasional Tambora setelah kondisi cuaca dinyatakan aman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Taman Nasional Gunung Tambora secara administratif berada di wilayah Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, NTB. Salah satu objek wisata utamanya adalah kaldera Tambora yang berada di ketinggian sekitar 2.850 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kaldera tersebut terbentuk akibat letusan dahsyat Gunung Tambora pada tahun 1815 yang mencapai skala tujuh Volcanic Explosivity Index (VEI). Para ahli menyebut letusan itu sebagai letusan vulkanis terbesar sejak letusan Gunung Taupo.
Gunung Tambora sendiri telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 20 November 2017 oleh Komite Nasional Geopark Indonesia. Adapun pengelolaannya di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!