Hangatkan Suasana, Polisi Hadirkan Kopi Gratis di Bakauheni
📅 Sabtu, 27 Des 2025, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Riadi Gunawan
LAMPUNG SELATAN – Di tengah hiruk pikuk Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung, secangkir kopi panas menjadi medium sederhana yang menjembatani komunikasi antara aparat dan masyarakat.
Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Lampung Selatan, menghadirkan kopi gratis bagi para pengguna jasa pelabuhan sebagai bagian dari inovasi pelayanan.
Sambil menyeruput kopi, obrolan mengalir lebih cair, aspirasi pun terserap tanpa jarak, menjadikan pelabuhan tak hanya tempat singgah, tetapi juga ruang dialog yang ramah dan bersahabat.
Kapolsek KSKP Bakauheni AKP Ferdo Elfianto, di Lampung Selatan, Sabtu (27/12), mengatakan melalui konsep “ngupi pay puakhi” diambil dari bahasa Lampung yang artinya ngopi dulu saudara.
“Kami polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan sudah pasti kami akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Melalui Ngupi Pay Puakhi ini, saya menyajikan kopi panas, es kopi hingga jajanan ringan,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut dilakukan menggunakan sepeda listrik yang sudah dimodifikasi untuk melayani masyarakat dan calon pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni.
Menurutnya, kopi dan makanan ringan yang disajikan secara gratis tersebut, bertujuan untuk memelihara kamtibmas dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat khususnya pengguna jasa saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 maupun seterusnya di Pelabuhan Bakauheni.
“Kami akan terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat yang ada di pelabuhan ini, dengan adanya inovasi Ngupi Pay Puakhi ini dijalankan dalam rangka mendekatkan antara Polri dengan masyarakat,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lewat kegiatan sederhana ini, obrolan pun mengalir tanpa sekat. Di sela hiruk pikuk penyeberangan, keluh kesah petugas ASDP, pengurus truk, hingga para pengguna jasa terdengar lebih jujur saat dibalut suasana santai menikmati secangkir kopi.
Setiap hari, aroma kopi hangat menyebar di sudut pelabuhan, menemani sekitar 100 cangkir yang diseduh dan 150 bungkus jajanan ringan dari UMKM lokal yang tersaji.
Di antara lalu-lalang penumpang dan kendaraan, pelabuhan perlahan berubah wajah—tak lagi sekadar titik singgah, melainkan ruang kebersamaan tempat cerita dibagi, keluh kesah didengar, dan kehangatan tumbuh di sela perjalanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!