Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hampir Setengah Anggaran DKI Mengalir ke Infrastruktur Publik

📅 Sabtu, 27 Des 2025, 19:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hampir Setengah Anggaran DKI Mengalir ke Infrastruktur Publik Doc: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.
Ket. Suasana Balai Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

JAKARTA – Sebanyak 43,06 persen dari total belanja daerah Provinsi DKI Jakarta di luar bantuan keuangan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur pelayanan publik.

Porsi anggaran ini mencerminkan fokus Pemprov DKI pada penguatan layanan dasar dan fasilitas umum yang berdampak langsung pada aktivitas dan kebutuhan warga.

"Kalau sesuai aturan, minimal harus dialokasikan hanya 40 persen," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi ​​​​​​ di Jakarta, Sabtu (27/12).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meningkatkan infrastruktur kota agar layak dan memadai dengan alokasi anggaran sebesar Rp3,77 triliun.

Sedangkan untuk peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi berkelanjutan sebesar Rp582 miliar dan peningkatan modal manusia yang berdaya saing senilai Rp17,58 triliun.

Ada pula program penciptaan penghidupan masyarakat yang layak dan mandiri dengan anggaran sebesar Rp2,70 triliun. Lalu transformasi tata kelola pemerintahan yang dinamis dan responsif sebesar Rp2,36 triliun.

Selanjutnya, penciptaan mobilitas dan kawasan berorientasi transit sebesar Rp7,82 triliun serta optimalisasi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim sebesar Rp6,27 triliun.

Dalam urusan pekerjaan umum dan tata ruang, pihaknya membagi menjadi beberapa pos. Yaitu pengendalian banjir dengan anggaran Rp3,64 triliun, pengelolaan sampah Rp1,38 triliun serta pembangunan jembatan dan "flyover" sebesar Rp289,72 miliar.

Untuk perhubungan, Pemprov DKI Jakarta menganggarkan subsidi transportasi umum. Yakni subsidi Transjakarta sebesar Rp3,75 triliun, subsidi Bus Sekolah sebesar Rp105,38 miliar serta subsidi MRT Jakarta sebesar Rp536,70 miliar.

Selain itu subsidi LRT Jakarta sebesar Rp325,28 miliar dan layanan angkutan kapal perairan sebesar Rp100,19 miliar.

“Untuk ketenagakerjaan, kami akan terus mengadakan pelatihan keterampilan kerja kejuruan dan "Mobile Training Unit" (MTU) dengan anggaran sebesar Rp63,44 miliar serta pelatihan SIM A sebesar Rp1,2 miliar.

Sedangkan pembentukan tenaga kerja mandiri sebesar Rp4,33 miliar dan pelatihan peningkatan produktivitas sebesar Rp1,25 miliar.

Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran fungsi pendidikan senilai Rp19,75 triliun atau 26,59 persen dari Belanja Daerah.

"Hal ini berarti telah melebihi mandatory spending sesuai aturan perundangan minimal 20 persen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Respons Pemprov Atas Aduan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Perkuat Pe...
Megapolitan
Urban Farming Hapus Citra B...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.