Kim Jong-un Perintahkan Bangun Pabrik Rudal Lebih Banyak pada 2026
📅 Jumat, 26 Des 2025, 11:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: KCNA via AFP
SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan para pejabat untuk meningkatkan produksi rudal dan membangun lebih banyak pabrik untuk memenuhi kebutuhan militer yang terus meningkat akan proyektil tersebut, demikian dilaporkan media pemerintah pada Jumat (26/12).
Pyongyang telah secara signifikan meningkatkan uji coba rudal dalam beberapa tahun terakhir -- yang menurut para analis, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi, menantang Amerika Serikat serta Korea Selatan, dan menguji senjata sebelum mengekspornya ke sekutu utama, Russia.
Dalam kunjungan ke pabrik-pabrik amunisi yang didampingi oleh para pejabat tinggi, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah mengatakan Kim telah memerintahkan pabrik-pabrik tersebut untuk bersiap menghadapi tahun yang sibuk di depan.
Pemimpin Korea Utara mengatakan mereka perlu "memperluas lebih lanjut kapasitas produksi secara keseluruhan" untuk mengimbangi permintaan dari angkatan bersenjata Pyongyang dan memerintahkan pembangunan pabrik amunisi baru, lapor KCNA.
"Sektor produksi rudal dan peluru sangat penting dalam memperkuat daya jera perang," kata Kim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korea Utara dan Russia semakin dekat sejak Moskow melancarkan invasi ke Ukraina hampir empat tahun lalu, dan Pyongyang telah mengirim pasukan untuk berperang bagi Russia, bersama dengan peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh.
Sebagai imbalannya, Russia mengirimkan bantuan keuangan, teknologi militer, serta pasokan makanan dan energi kepada Korea Utara, kata para analis.
Washington juga menunjukkan bukti bahwa Russia meningkatkan dukungan untuk Korea Utara, termasuk memberikan bantuan dalam teknologi ruang angkasa dan satelit canggih, sebagai imbalan atas bantuan Korea Utara dalam memerangi Ukraina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para analis mengatakan bahwa peluncur satelit dan rudal balistik antarbenua (ICBM) memiliki banyak kesamaan dalam teknologi dasarnya.
"Dengan program ICBM-nya yang sudah berada pada tahap yang secara luas dianggap telah mencapai tujuan inti, Pyongyang kemungkinan akan semakin mempercepat pengembangannya tahun depan," kata Ahn Chan-il, seorang peneliti yang berasal dari Korea Utara.
Negara tersebut kemungkinan akan mengalihkan "fokus ke pengujian dan produksi sistem yang terkait dengan potensi ekspor ke Russia -- termasuk rudal jarak menengah dan jarak jauh," tambahnya.
Kapal Selam Bertenaga Nuklir
Kunjungan Kim dilaporkan sehari setelah media pemerintah mengatakan ia telah mengunjungi pabrik kapal selam nuklir dan berjanji untuk melawan "ancaman" Korea Selatan memproduksi kapal selam nuklir sendiri dengan dukungan Washington.
Pemimpin Korea Utara itu juga mengetahui tentang penelitian mengenai "senjata rahasia bawah laut baru," kata KCNA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!