Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Transit, Wamenpar Nilai Banten Punya Magnet Wisata Besar

📅 Rabu, 24 Des 2025, 23:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Transit, Wamenpar Nilai Banten Punya Magnet Wisata Besar Doc: ANTARA/ Desi Purnama Sari
Ket. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, saat meninjau wisata pantai pasir putih di Pandeglang, Banten, Rabu (24/12/2025).

PANDEGLANG – Optimalisasi potensi wisata daerah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperluas pemerataan pembangunan.

Pengelolaan yang terencana dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menggerakkan sektor pendukung seperti UMKM dan transportasi.

Tanpa strategi promosi, infrastruktur memadai, dan kolaborasi lintas pihak, potensi wisata berisiko stagnan sehingga manfaat ekonominya tidak maksimal dan sulit berkelanjutan.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menilai Provinsi Banten memiliki potensi besar menjadi destinasi utama wisatawan domestik pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) karena keunggulan aksesibilitas infrastruktur darat.

"Berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, wilayah yang akan banyak dikunjungi adalah Jawa Barat dan Banten. Kebetulan jalur darat dari Jakarta ke sini sudah sangat bagus, sehingga menjadi favorit," kata Ni Luh Puspa usai meninjau wisata Pantai Pasir Putih, di Pandeglang, Banten, Rabu (24/12).

Wamenpar menjelaskan, tren preferensi wisatawan saat ini masih didominasi oleh ketertarikan pada wisata alam terbuka, baik gunung maupun pantai, dibandingkan dengan atraksi wisata buatan atau kuliner.

Kondisi geografis Banten yang memiliki garis pantai panjang, termasuk Pantai Pasir Putih Carita, menjadi daya tarik strategis untuk menangkap potensi kunjungan tersebut, terutama dari wilayah aglomerasi Jabodetabek.

"Kami pantau dari tahun ke tahun, alam terbuka selalu menjadi favorit. Pantai dan gunung itu memang yang paling besar dikunjungi oleh wisatawan," ujarnya.

Dalam tinjauannya di Pantai Carita, Wamenpar melihat potensi pengelolaan wisata yang inklusif dan terjangkau bagi masyarakat luas. Dengan tiket masuk Rp10.000 yang sudah termasuk asuransi jiwa, destinasi ini dinilai mampu menarik volume kunjungan yang besar.

Meski demikian, mengingat tingginya potensi kunjungan tersebut, Ni Luh mengingatkan pengelola untuk tetap memperhatikan daya dukung kawasan (carrying capacity).

"Saya ingin memastikan carrying capacity di tempat ini jangan sampai terlalu penuh atau padat, demi kenyamanan dan keamanan wisatawan," katanya.

Selain keindahan alam, Wamenpar juga mengapresiasi ketersediaan fasilitas penunjang di Carita, seperti toilet yang bersih dan air yang jernih, yang dinilai penting untuk menjaga citra pariwisata daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Rona
Tahu Rencana Ayu Ting Ting ...

Api Kepung Habitat, 51 Orangutan Berhasil Dievakuasi

39 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Nasional
Api Kepung Habitat, 51 Oran...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.