Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Hari ini Tertekan, Pasar Tahan Nafas Menanti Data Ekonomi AS

📅 Senin, 22 Des 2025, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari ini Tertekan, Pasar Tahan Nafas Menanti Data Ekonomi AS Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis lanjutan data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.

Ketidakpastian tersebut mendorong penguatan dolar AS dan arus modal cenderung defensif, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dalam jangka pendek, pergerakan rupiah diperkirakan tetap volatil hingga pasar memperoleh kejelasan sinyal ekonomi global yang lebih tegas.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin (22/12), bergerak melemah 27 poin atau 0,16 persen menjadi Rp16.777 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.750 per dolar AS.

Ekonom dari Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan kurs rupiah seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis lanjutan data ekonomi AS.

“Pelemahan ini sejalan dengan penguatan terbatas dolar AS di pasar global, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis lanjutan data ekonomi Amerika Serikat serta pergerakan imbal hasil US Treasury yang kembali naik tipis,” ungkapnya di Jakarta.

Kondisi tersebut dinilai mendorong arus dana cenderung defensif dan membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sebelumnya, mengutip Anadolu, tercatat Consumer Price Index (CPI) tahunan AS sebesar 2,7 persen pada bulan November 2025 atau lebih rendah dari proyeksi pasar 3,1 persen dan turun dari 3 persen pada bulan September 2025.

Adapun tingkat inflasi bulanan adalah 0,2 persen pada bulan November, turun dari 0,3 persen pada bulan September. Pada bulan Oktober, data inflasi tidak dirilis karena penutupan pemerintah federal.

Di sisi domestik, sentimen pasar masih relatif netral dengan fokus utama terhadap stabilitas inflasi dan arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Kendati fundamental rupiah dinilai masih terjaga, lanjutnya, tekanan eksternal membuat pergerakan rupiah cenderung fluktuatif dalam jangka pendek.

“Secara teknikal, selama rupiah masih bergerak di atas area Rp16.800, tekanan dinilai belum mengarah ke pelemahan yang lebih dalam. Namun, apabila sentimen global memburuk dan dolar AS menguat signifikan, rupiah tetap memiliki risiko mendekati level Rp17 ribu dalam beberapa waktu ke depan,” ujar Taufan.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.773 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.735 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Nasional
PT KAI Siapkan 472.659 Tike...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.