Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak MBG, Perajin Telur Asin Asal Madiun Banjir Order, Omset Bertambah!

📅 Senin, 22 Des 2025, 13:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak MBG, Perajin Telur Asin Asal Madiun Banjir Order, Omset Bertambah! Doc: BGN
Ket. Perajin telur asin Yayak Surayak memperlihatkan telur asin yang dia siapkan untuk MBG di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (19/12/2025).

JAKARTA - Perajin telur asin Yayak Surayak melihat pendapatannya mengalami kenaikan setelah menjadi pemasok telur untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu dampak ekonomi lokal dari program tersebut.

Dalam pernyataan diterima di Jakarta, Senin (22/12), Yayak Surayak yang berasal dari Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyebut setelah menjadi pemasok dapur MBG ia bisa menjual 3000-5000 butir tiap pekan atau naik 2900-4900 persen.

"Alhamdulillah, sejak adanya MBG di sini, peternak itik seperti kami menjadi sangat terbantu. Kalau selama ini kami hanya bisa menjual 100 sampai 200 butir telur per minggu, sekarang sekali kirim bisa 3.000 sampai 5.000 butir telur asin dan langsung dibayarkan," kata Yayak.

Usaha pembuatan telur asin yang diupayakan Yayak juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

Jika semula cukup membuat telur asin sendirian, ia kini tak mampu lagi mengerjakannya dengan tenaga sendiri. Kini ia mulai mempekerjakan ibu-ibu tetangga di sekitar rumahnya.

Telur asin untuk menu MBG yang diminta Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) biasanya yang tidak terlalu asin. Karena itu prosesnya menjadi lebih cepat. Jika telur asin yang dijual di pasar umum biasanya memerlukan waktu 12 sampai 15 hari untuk pengasinan, telur asin untuk MBG hanya memerlukan waktu 7 sampai 8 hari.

Dengan bertambahnya permintaan telur asin dari beberapa dapur MBG di Kecamatan Sumber Sari, Yayak mulai berpikir untuk menyiapkan stok telur yang lebih banyak. Karena itu dia kini mulai memperbesar kandang dan menambah jumlah itik yang dipeliharanya.

Karena peningkatan omset penjualan telur itik yang dia rasakan, Yayak sangat berharap agar program MBG terus berlanjut.

"Sebab, perajin kecil seperti saya ini sangat terbantu, karena omsetnya naik sampai 3000 persen, perputarannya cepat, dan sampai ke kami-kami ini. Selain itu, banyak warga yang bisa bekerja," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pertandingan Uji Coba Pramu...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.