Tak Menunggu Lama, KAI Kebut Pemulihan Jalur Bencana Sumatera 5×24 Jam
📅 Minggu, 21 Des 2025, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-KAI
JAKARTA – Akselerasi pemulihan jalur kereta api yang terdampak bencana di Sumatera menjadi krusial untuk memulihkan konektivitas logistik dan mobilitas masyarakat.
Jalur kereta merupakan tulang punggung distribusi barang dan transportasi penumpang di sejumlah wilayah, sehingga gangguan berkepanjangan berpotensi menekan aktivitas ekonomi, meningkatkan biaya logistik, dan menghambat pemulihan daerah terdampak.
Secara analitis, percepatan perbaikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis untuk menjaga ketahanan sistem transportasi nasional.
Pemulihan yang cepat dan terukur memungkinkan rantai pasok kembali berjalan, mengurangi ketergantungan pada moda alternatif yang lebih mahal, serta meningkatkan kepercayaan publik.
Dengan pendekatan terkoordinasi dan berbasis mitigasi risiko, pemulihan jalur kereta juga menjadi momentum memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap bencana di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan pemulihan jalur kareta terdampak bencana di Sumatera dilakukan nonstop dalam 5×24 jam bersama pemerintah guna memastikan layanan kereta kembali aman dan andal.
"Selama 5×24 jam nonstop, KAI melakukan pemulihan jalur secara intensif guna memastikan distribusi logistik serta mobilitas masyarakat tetap terjaga di tengah keterbatasan akses transportasi darat," kata Bobby sebagaimana keterangan di Jakarta, Minggu (.
Bobby menyampaikan gangguan prasarana perkeretaapian akibat bencana terjadi pada 13 titik di tiga jalur utama, yakni lintas Pelabuhan–Medan, Medan–Binjai, serta Tebing Tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menuturkan bencana terjadi Jumat 28 November 2025 dan sejak hari pertama KAI langsung menangani prasarana terdampak dengan mengerahkan personel, alat berat, serta rekayasa teknis di lapangan.
“Sejak hari pertama, meski kondisi lapangan sangat berat akibat curah hujan tinggi dan akses terbatas, tim KAI tetap bekerja tanpa henti," ucap Bobby.
Atas instruksi pemerintah untuk segera memulihkan fasilitas publik, lanjut Bobby, KAI bersama pemerintah melakukan upaya quick recovery secara senyap agar jalur kereta api dapat kembali berfungsi dan melayani masyarakat.
Pada tahap awal, KAI memfokuskan upaya pada asesmen menyeluruh dan penanganan darurat di titik-titik kritis. Meski belum seluruh jalur dapat dilalui secara normal, perjalanan dan distribusi logistik mulai dijalankan secara bertahap sejak H+1.
"Upaya itu dilakukan secara konsisten hingga seluruh jalur kembali beroperasi normal dalam waktu 5×24 jam," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan gangguan prasarana berupa genangan banjir, longsoran, serta gogosan akibat tergerus aliran air. Penanganan dilakukan bertahap sesuai karakteristik kerusakan di lapangan, dengan waktu pemulihan mulai dari kurang dari 24 jam hingga maksimal lima hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!