Timnas Malaysia Kena Sanksi Berat Usai Skandal Naturalisasi, Safee Sali: 'Masih Ada Harapan'

Kamis, 18 Des 2025, 14:35 WIB

JAKARTA - Sanksi berat dari FIFA terhadap Timnas Malaysia memantik reaksi dari legenda sepak bola negeri jiran, Safee Sali. Mantan penyerang andalan Harimau Malaya itu menyayangkan kesalahan administratif yang berujung pada hukuman serius, sekaligus mengingatkan federasi agar tidak mengulangi kekeliruan serupa di masa depan.

FIFA sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) setelah terbukti menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam agenda uji coba internasional. Dampaknya, Malaysia dinyatakan kalah dalam tiga pertandingan FIFA Matchday Tier 1 dan juga dikenai denda sebesar 10.000 franc Swiss atau sekitar Rp 209 juta.

Ket. Foto: — Sumber: Superball

Safee mengaku kecewa dengan situasi yang menimpa tim nasional. Namun, ia menegaskan hukuman tersebut seharusnya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan sepak bola Malaysia.

“Kesalahan sudah terjadi dan FIFA telah menjatuhkan hukuman. Kita tidak perlu mengulang kesalahan yang sama. Yang terpenting sekarang adalah bergerak ke arah yang positif, selangkah demi selangkah,” ujar Safee, dikutip dari media lokal Malaysia.

Tiga pertandingan yang dianulir FIFA meliputi laga melawan Tanjung Verde di Stadion Sepak Bola Kuala Lumpur, Cheras, pada 29 Mei 2025. Pertandingan tersebut sebelumnya berakhir imbang 1-1, namun kini resmi dicoret dari catatan hasil Malaysia.

Laga kedua adalah kemenangan 2-1 Malaysia atas Singapura di Stadion Nasional Bukit Jalil pada 4 September 2025. Sementara pertandingan ketiga terjadi saat Harimau Malaya mengalahkan Palestina 1-0 di Stadion Sultan Ibrahim, Iskandar Puteri, Johor, pada 8 September 2025. Ketiga laga itu kini dicatat sebagai kekalahan 0-3 bagi Malaysia.

Masalah utama yang menyeret FAM ke dalam pusaran sanksi adalah proses naturalisasi tujuh pemain yang dinilai melanggar regulasi FIFA. Ketujuh pemain tersebut disebut tidak memiliki hubungan darah dari garis kakek atau nenek yang lahir di Malaysia, sebagaimana disyaratkan dalam aturan status pemain internasional.

Situasi ini membuat Timnas Malaysia berada dalam tekanan besar, baik dari sisi prestasi maupun kredibilitas federasi. Meski demikian, Safee meminta para pemain tidak larut dalam kekecewaan dan tetap menjaga semangat untuk bangkit.

“Pemain pasti ingin menang dan mereka tidak akan berputus asa. Selama mereka masih bisa bermain dan berjuang di lapangan, berarti harapan itu masih ada,” kata Safee.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi FAM untuk membenahi tata kelola administrasi pemain. Di saat yang sama, dukungan dari figur senior seperti Safee Sali diharapkan bisa menjaga mental pemain agar tetap fokus menatap masa depan sepak bola Malaysia.

  • FIFA
  • FAM
  • timnas malaysia
  • skandal naturalisasi

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.