Pesanan TNI-Angkatan Udara Bakal Lebih Cepat Tiba? Turki Majukan Target Mengudara Jet Siluman KAAN

Minggu, 21 Jun 2026, 00:00 WIB

ANKARA - Turki mempercepat ambisi besarnya di industri pertahanan dengan menargetkan pengiriman pertama jet tempur generasi kelima KAAN kepada Angkatan Udara Turki pada 2028. Langkah ini dinilai sebagai upaya Ankara memperkuat kemandirian teknologi militer sekaligus meningkatkan pengaruhnya di pasar pertahanan dunia yang semakin dipengaruhi sanksi dan pembatasan ekspor.

Dari Defense Security Asia, Direktur Utama Turkish Aerospace Industries (TUSAÅž), Mehmet DemiroÄŸlu, menegaskan bahwa KAAN bukan sekadar proyek pembuatan pesawat tempur. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari pembangunan ekosistem industri pertahanan nasional yang mencakup pengembangan mesin, sistem avionik, rantai pasok, hingga teknologi pendukung lainnya.

Ket. Foto: Ilustrasi AI. Perhatian dunia terhadap KAAN semakin meningkat setelah Indonesia berkomitmen mengakuisisi 48 unit pesawat. Kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu kontrak ekspor terbesar dalam sejarah industri pertahanan Turki. — Sumber: Istimewa

"KAAN bukan hanya proyek TUSAÅž, tetapi proyek kebanggaan Turki. Ini bukan sekadar pesawat tempur, melainkan ekosistem yang menunjukkan kemampuan rekayasa teknik Turki kepada dunia," ujarnya.

Saat ini, tiga prototipe KAAN tengah dikembangkan secara paralel. Salah satu prototipe akan digunakan untuk pengujian struktur statis guna memastikan ketahanan rangka pesawat terhadap berbagai beban operasional. Sementara dua prototipe lainnya dipersiapkan untuk menjalani serangkaian uji terbang dan validasi sistem.

Keberadaan tiga prototipe sekaligus menunjukkan bahwa program KAAN telah memasuki fase pengembangan yang lebih serius. Fokus utama kini bukan lagi pada demonstrasi kemampuan awal, melainkan pembuktian bahwa pesawat tersebut dapat berkembang menjadi platform tempur operasional yang andal.

Salah satu aspek paling krusial dalam proyek KAAN adalah pengembangan mesin turbofan lokal TF35000. Mesin berkekuatan sekitar 35.000 pon dorong itu dirancang untuk menjadi jantung pesawat generasi kelima Turki dan mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing.

Pada tahap awal, pesawat KAAN yang mulai diserahkan kepada militer Turki pada 2028 masih akan menggunakan mesin General Electric F110 buatan Amerika Serikat. Namun Ankara menargetkan integrasi penuh mesin TF35000 setelah 2032, yang sekaligus menjadi syarat utama sebelum pesawat tersebut diekspor secara luas.

Pengalaman pahit dalam penjualan helikopter serang T129 ATAK ke Pakistan menjadi pelajaran penting bagi Turki. Kesepakatan bernilai sekitar 1,5 miliar dolar AS itu gagal terealisasi akibat pembatasan ekspor yang terkait dengan mesin buatan Amerika Serikat yang digunakan helikopter tersebut.

Peristiwa itu mendorong Ankara untuk memastikan KAAN memiliki tingkat kemandirian yang lebih tinggi agar tidak menghadapi hambatan serupa ketika dipasarkan ke luar negeri.

Selain KAAN, Turki juga tengah mengembangkan drone tempur siluman ANKA-3 yang diproyeksikan mulai memasuki layanan pada 2026. Kombinasi pesawat tempur berawak dan drone tempur tanpa awak tersebut sejalan dengan tren peperangan modern yang mengedepankan konsep kerja sama antara pesawat berawak dan sistem nirawak.

Pemerintah Turki berharap KAAN dan ANKA-3 dapat membentuk ekosistem tempur udara generasi baru yang mampu bersaing dengan produk negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, maupun Tiongkok.

Perhatian internasional terhadap KAAN semakin meningkat setelah Indonesia menyatakan komitmennya untuk mengakuisisi 48 unit pesawat tersebut. Kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu kontrak ekspor terbesar dalam sejarah industri pertahanan Turki.

Meski demikian, keberhasilan ekspor KAAN masih bergantung pada sejumlah faktor penting, termasuk keberhasilan sertifikasi mesin TF35000, kesiapan produksi massal, infrastruktur pendukung, hingga kemampuan Turki memenuhi kebutuhan operasional calon pengguna.

Jika seluruh target tersebut tercapai, KAAN berpeluang menjadi salah satu jet tempur generasi kelima non-Barat paling berpengaruh di pasar global setelah 2032. Namun jika pengembangan mesin atau produksi mengalami keterlambatan, program ini diperkirakan akan menghadapi tantangan besar dalam memenuhi ambisi ekspornya.

Bagi Turki, keberhasilan KAAN bukan hanya soal menghadirkan pesawat tempur baru, tetapi juga membuktikan bahwa negara tersebut mampu membangun ekosistem industri dirgantara modern yang mandiri dan kompetitif di tingkat dunia.

  • jet tempur siluman KAAN

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.