Pelajar dari Kukar dan Bontang Lolos Jadi Anggota Paskibraka Nasional

Selasa, 23 Jun 2026, 16:45 WIB

SAMARINDA - Dua orang pelajar dari Kabupaten Kutai Kartanegara dan Bontang, Kalimantan Timur, lolos sebagai calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2026 untuk bertugas pada upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 di Jakarta.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kaltim Arih Franata Filipus Sembiring di Samarinda, Selasa, mengatakan pelajar berprestasi tersebut adalah Julita Rista Lestari dari SMA Negeri 1 Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Gus Luthfy Azka Nararya dari SMA YPVDP Kota Bontang.

Ket. Foto: Paskibraka — Sumber: antara foto

"Keduanya sukses menembus seleksi tingkat pusat setelah melalui tahapan seleksi berjenjang dari kabupaten/kota hingga nasional," ujar Sembiring.

Ia menjelaskan seleksi tingkat provinsi yang berlangsung pada 3–9 Mei 2026 diikuti sebanyak 60 peserta terbaik dari 10 kabupaten/kota, dengan rincian 30 putra dan 30 putri.

Dari jumlah tersebut, dua peserta dinyatakan gugur di tahap awal. Dari seleksi tingkat provinsi, terpilih enam pelajar terbaik (tiga putra dan tiga putri) untuk mengikuti seleksi tingkat nasional yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada 15–19 Juni 2026.

Ia berharap kedua perwakilan Kaltim ini mampu memberikan performa terbaik di tingkat nasional.

Sembiring optimistis mereka berpeluang mengisi posisi strategis, seperti pembentang bendera atau pembawa baki dalam kelompok delapan pada upacara kenegaraan nanti.

Untuk mematangkan kesiapan peserta, Kesbangpol Kaltim telah memberikan pembekalan intensif, mulai dari aspek psikologis, mentalitas, hingga wawasan dari purnapaskibraka.

"Kami melibatkan purnapaskibraka untuk berbagi pengalaman, tips, dan motivasi agar mereka lebih siap menghadapi seleksi maupun penugasan di tingkat nasional," kata Sembiring.

Sesuai jadwal, kedua wakil Kaltim ini akan bertolak ke Jakarta pada pertengahan Juli 2026. Mereka akan menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) bersama perwakilan dari 37 provinsi lainnya di Indonesia.

Sembiring menegaskan bahwa proses seleksi calon anggota paskibraka di Kaltim berjalan secara terbuka, profesional, dan transparan. Seluruh hasilnya dapat dipantau langsung masyarakat melalui aplikasi "Transparansi Paskibraka BPIP".

Menariknya, minat pelajar untuk mendaftar terus meningkat dari tahun ke tahun. Kriteria penilaian pun kini semakin ketat dan menyeluruh.

Tidak hanya mengandalkan tinggi badan (putra 170–180 cm dan putri 165–175 cm), seleksi juga mencakup aspek mental, kesehatan fisik, keterampilan baris-berbaris, etika, hingga rekam jejak digital di media sosial.

"Tantangan terbesar di daerah biasanya ada pada pemenuhan syarat tinggi badan. Namun, kami terus mendorong pembinaan di tingkat kabupaten/kota agar terjaring pelajar terbaik," jelasnya.

Sembiring mengajak siswa-siswi kelas X SMA/sederajat di Kaltim untuk tidak ragu mendaftarkan diri pada tahun-tahun berikutnya. Sistem pendaftaran daring yang terbuka memberi kesempatan setara bagi semua orang.

"Semakin banyak yang mendaftar, semakin besar peluang generasi muda Kaltim untuk menimba pengalaman, melatih kedisiplinan, menumbuhkan jiwa nasionalisme, sekaligus mengharumkan nama daerah," kata Sembiring.

  • Paskibraka Nasional
  • Lolos
  • Pelajar dari Kukar dan Bontang

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.