Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sudin Pertamanan Jakbar Terus Antisipasi Pohon Tumbang, 9.346 Pohon Telah Dipangkas

📅 Kamis, 18 Des 2025, 14:22 WIB | Oleh:
Sudin Pertamanan Jakbar Terus Antisipasi Pohon Tumbang, 9.346 Pohon Telah Dipangkas Doc: antara foto
Ket. Pohon tumbang di wilayah Jakarta Barat.

JAKARTA - Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Barat (Jakbar) menambah personel pemangkasan pohon di setiap Satuan Pelaksana (Satpel) kecamatan untuk mengantisipasi pohon tumbang pada musim hujan.

"Kita menambah personel penopingan (pemangkasan). Jadi, yang kita tambah itu petugas yang bisa operasikan sensor," kata Kepala Sudin Tamhut Jakbar Dirja Kusuma saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis (18/12).

Setiap Satpel Tamhut kecamatan, kata dia, mendapatkan tambahan empat hingga lima personel pemangkasan pohon.

"Jadi, Sudin Tamhut sekarang itu punya 12 tim pemangkasan. Delapan untuk setiap kecamatan dan empat di tingkat kota. Setiap tim itu ada enam sampai tujuh personel. Totalnya dari 12 tim itu 80 personel. Nah, yang kita tambah itu untuk Satpel di setiap kecamatan," terang Dirja.

Dia mengatakan personel tambahan itu mulai bekerja pada akhir 2025. "Dalam waktu dekat segera beroperasi, rencana kita akhir tahun ini," tutur Dirja.

Sepanjang 2025, Sudin Tamhut Jakbar telah melakukan pemangkasan pohon di delapan wilayah kecamatan untuk mencegah tumbang.

“Hingga bulan Desember 2025 minggu kedua, kita telah melakukan pemangkasan ringan, sedang, berat, tebang, sempal dan tumbang, itu sekitar 9.346 pohon,” ujar Dirja.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono juga menginstruksikan Sudin Tamhut Jakbar untuk mengintensifkan pemangkasan pohon bermasalah atau rawan tumbang di wilayah setempat.

“Hujan tidak menentu, cuaca ekstrem, tolong pohon-pohon-nya ditebang, yang sudah tua-tua,” kata Yuli pada 9 Desember 2025.

Dia juga meminta agar pohon yang dahan dan daunnya sudah rimbun dipangkas untuk mencegah tumbang dan menutupi penerangan jalan umum (PJU) di pinggir jalan maupun di taman-taman.

“Tolong, ya, dipangkas. Nanti koordinasi sama Bina Marga. Karena ini kota global, kota yang humanis, artinya malam hari itu keamanannya terjamin,” pungkas Yuli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.