Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Digitalisasi Warisan Budaya Nasional

📅 Kamis, 18 Des 2025, 23:45 WIB | Oleh:
Digitalisasi Warisan Budaya Nasional Doc: Antara
Ket. Wamenkomdigi Nezar Patria menerima audiensi Wamen Kebudayaan Giring Ganesha di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (17/11/2025).

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) berkolaborasi dalam melakukan digitalisasi warisan budaya nasional guna membuka akses publik terhadap data budaya Indonesia secara luas, terstruktur, dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan Kemkomdigi siap terlibat penuh dalam upaya ini melalui dukungan infrastruktur dan ekosistem digital yang menopang program kebudayaan nasional.

“Kemkomdigi siap berkolaborasi sepenuhnya, terutama pada penguatan infrastruktur dan ekosistem digital yang dibutuhkan Kementerian Kebudayaan,” kata Nezar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat.

Fokus utama dari kolaborasi kedua kementerian ini adalah pengembangan Gerbang Budaya sebagai portal data budaya lintas daerah.

Nezar menyebutkan digitalisasi budaya memberi manfaat langsung, di antaranya pelajar dan peneliti memperoleh sumber belajar yang kaya, masyarakat mengenal warisan budaya secara lebih dekat, serta identitas nasional hadir kuat di ruang digital.

“Ini bukan sekadar arsip. Ini cara kita bercerita tentang jati diri bangsa di ruang digital,” ujarnya.

Dari sisi teknis, Kemkomdigi menyiapkan dukungan melalui Pusat Data Nasional (PDN). Infrastruktur ini menyediakan kapasitas penyimpanan besar dan aman untuk data kebudayaan skala nasional.

“PDN memiliki kapasitas hingga 40 petabyte. Cukup untuk menampung artefak digital yang terus bertambah,” kata Nezar.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menjelaskan melalui Gerbang Budaya, data kebudayaan dari 38 provinsi dihimpun dalam satu direktori nasional.

“Konten mencakup artefak museum, sejarah, musik tradisional, permainan rakyat, hingga visual tiga dimensi. Publik dapat mengakses foto, video, audio, dan arsip digital secara terpadu,” tuturnya.

Giring menjelaskan, kolaborasi ini menempatkan budaya sebagai bagian dari transformasi digital nasional sehingga akses dan data tentang pengetahuan budaya menjadi lebih merata dan aman serta menjaga nilai budaya tetap hidup dan relevan bagi generasi hari ini dan mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

53 menit yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.