Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendes PDT Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi Sirkular Nasional

📅 Rabu, 17 Des 2025, 16:12 WIB | Oleh:
Kemendes PDT Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi Sirkular Nasional Doc: ANTARA/Arif Firmansyah
Ket. Pekerja menyiapkan pakan ternak dari limbah sisa Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Keraton Solo (YMKS) di Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12).

JAKARTA - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong desa-desa di Indonesia menjadi pionir penerapan ekonomi sirkular nasional sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

"Ekonomi sirkular merupakan model ekonomi yang bertujuan untuk meminimalkan limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya dengan cara daur ulang, penggunaan ulang, dan regenerasi sistem alam. Di desa konsep ini sangat relevan," kata Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) Ahli Utama Kemendes PDT Anto Pribadi dalam webinar bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Teknologi Ramah Lingkungan dan Inovasi Berkelanjutan" seperti diikuti di Jakarta, Rabu.

Anto kemudian mengatakan bahwa desa memiliki posisi strategis dalam penerapan ekonomi sirkular karena ketersediaan sumber daya alam lokal serta aktivitas ekonomi desa yang menghasilkan limbah organik dan anorganik yang dapat diolah kembali.

“Dengan pendekatan partisipatif, teknologi tepat guna, serta dukungan kebijakan melalui dana desa dan peraturan desa, desa dapat menjadi pionir ekonomi sirkular yang meningkatkan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” kata dia melanjutkan.

Anton mengatakan bahwa upaya tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan nasional 2025–2029 yang menargetkan percepatan pembangunan ekonomi inklusif dan transformasi pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada saat ini di tingkat global, perkembangan ekonomi sirkular masih belum optimal.

“Di tingkat global, konsep ekonomi sirkular telah menjadi pijakan penting bagi pembangunan yang berkelanjutan, namun tingkat ekonomi global saat ini baru mencapai 7,2 persen sirkular,” kata dia.

Data tersebut, ucap dia melanjutkan, menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen aktivitas ekonomi dunia masih bergantung pada sumber daya baru. Dengan demikian, diperlukan transformasi menuju pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Sejalan dengan kondisi itu, Anto pun mendorong setiap desa di tanah air untuk mulai mengembangkan ekonomi sirkular. Langkah itu diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Melalui transformasi tersebut, harapannya pertumbuhan ekonomi mampu tumbuh menjadi 8 persen di  2029," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.