Era Baru Telekomunikasi, Registrasi Kartu SIM Tak Cukup NIK dan KK, ATSI Ungkap Skema Pengenalan Wajah
📅 Rabu, 17 Des 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim PenulisGuna menekan penggunaan nomor telepon seluler untuk tujuan kejahatan, Marwan menyampaikan, operator seluler telah mengimplementasikan metode validasi berbasis data biometri dalam proses penggantian kartu SIM di gerai.
Operator-operator seluler, menurut dia, membuat perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri berkenaan dengan pemanfaatan data kependudukan, yang diperpanjang setiap dua tahun.
Para operator seluler juga telah mendukung standardisasi sistem keamanan bersertifikasi ISO 27001 dan standardisasi liveness detection atau pendeteksian keaslian wajah minimal bersertifikasi ISO 30107-2 untuk mencegah pemalsuan.
Pemilihan teknologi pengenalan wajah yang akan digunakan dalam sistem registrasi kartu SIM yang baru juga dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk mengatasi masalah dan tantangan yang muncul seiring dengan peningkatan penggunaan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tiga tahun terakhir kebocoran data ini tidak berasal dari operator seluler karena kami selalu upgrade semua sistem hingga data center-nya. Operator sudah jalankan AI sejak 2021," kata Marwan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!