Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komitmen Pemerintah dalam Mendukung Pendidikan Penyandang Disabilitas

📅 Selasa, 16 Des 2025, 23:45 WIB | Oleh:
Komitmen Pemerintah dalam Mendukung Pendidikan Penyandang Disabilitas Doc: Antara
Ket. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari (tengah) ketika menghadiri Pentas Seni dan Bazar siswa-siswi SLB (Sekolah Luar Biasa) Ulaka Penca dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memastikan komitmen pemerintah untuk mendorong pendidikan penyandang disabilitas lewat pendekatan yang inklusif dan penguatan di sektor tersebut.

Dalam pernyataan diterima di Jakarta, Selasa, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari merujuk pada penegasan Presiden Prabowo bahwa pembangunan nasional harus berangkat dari kemanusiaan dan keadilan sosial.

"Itu salah satu kata kunci dari Pak Prabowo. Keadilan sosial. Tidak boleh ada warga negara yang tertinggal, termasuk saudara-saudara kita yang penyandang disabilitas," tutur Qodari.

Disampaikan usai menghadiri Pentas Seni dan Bazar siswa-siswi SLB (Sekolah Luar Biasa) Ulaka Penca dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 di Lebak Bulus, Jakarta, pada Selasa, Qodari memaparkan empat fokus utama yang dilihatnya dalam penanganan isu disabilitas.

Fokus pertama yang disoroti adalah terkait pendidikan inklusif dan penguatan. Di sektor ini, Kantor Staf Presiden (KSP) menyoroti permasalahan pembiayaan, di mana gaji tenaga pendidikan masih minim dan belum mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Hal ini terjadi karena adanya syarat bahwa untuk mendapatkan bantuan, institusi harus memiliki panti.

Menanggapi kendala tersebut, Qodari menyatakan bahwa KSP akan mengomunikasikan masalah ini dengan Kementerian Sosial.

"Artinya kalau bisa institusi yang melayani warga kita yang disabilitas tidak harus ada panti pun tetap mendapatkan bantuan," jelas Qodari.

Qodari memberikan alasan bahwa sekolah SLB tidak bisa disamakan dengan sekolah umum. SLB umumnya memiliki jumlah murid yang lebih sedikit. Contohnya di SLB Ulaka Penca hanya terdapat 75 total murid untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, sehingga sulit untuk menutupi kebutuhan harian dan bulanan operasional meskipun ada pembayaran SPP.

Selain pendidikan inklusif, tiga fokus lain yang dipaparkan Kepala Staf Kepresidenan adalah pemberdayaan dan kemandirian penyandang disabilitas, dimana dia mengapresiasi di SLB Ulaka Penca karena memiliki balai latihan kerja dan workshop.

Selain itu, Qodari menyoroti perlindungan sosial yang berkeadilan dan bermartabat, serta pentingnya kolaborasi kerja sama atau gotong royong antara pemerintah dan masyarakat.

Kepala Staf Kepresidenan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SLB Ulaka Penca, yayasan, dan para guru, dan menekankan bahwa anak-anak penyandang disabilitas adalah bagian integral dari masa depan Republik Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.