Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Danau Poyang Mengering, Habitat Burung Migran di Ujung Tanduk

📅 Selasa, 16 Des 2025, 15:42 WIB | Oleh:
Danau Poyang Mengering, Habitat Burung Migran di Ujung Tanduk Doc: AFP
Ket. Dasar danau Poyang kering di dekat Luoxing Dun, Tiongkok.

NANCHANG - Danau Poyang, danau air tawar terbesar di Tiongkok, surut hingga 90 persen dari level musim air tingginya dan memasuki level air sangat rendah, kata otoritas setempat pada Minggu (14/12).

Di stasiun hidrologi Xingzi, yang menjadi tengara di Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur, level air surut di bawah batas air sangat rendah pada Minggu pagi waktu setempat, dengan alat ukur menunjukkan hanya mencapai 8 meter.

Tahun ini, level air Danau Poyang kali pertama turun di bawah garis peringatan kekeringan 12 meter pada 8 Agustus, 87 hari lebih awal dibandingkan rata-rata pada tahun-tahun sebelumnya.

Hingga saat ini, danau tersebut berada di bawah garis peringatan kekeringan selama 217 hari, yang berarti hampir dua pertiga tahun ini berada dalam kondisi air yang rendah.

Untuk mengatasi situasi tersebut, sebuah perusahaan pemasok air terdekat di wilayah Duchang telah mengerahkan 10 pompa yang beroperasi dengan kapasitas penuh untuk memindahkan air dari bagian luar danau ke fasilitas pengambilan air (intake) perusahaan tersebut, ungkap kepala departemen produksi dan operasional perusahaan itu, Wang Chunhua.

Perusahaan tersebut juga memperketat inspeksi sumber air minum dan meningkatkan frekuensi pengujian kualitas air guna memastikan keamanan air minum bagi 160.000 penduduk perkotaan dan pedesaan di sekitarnya.

Danau tersebut berulang kali mencatatkan rekor ketinggian air terendah baru dalam beberapa tahun terakhir, dengan peningkatan tren musim kering yang dimulai lebih awal, berlangsung lebih lama, dan mencapai level air yang lebih rendah.

Pada 2022, level air Danau Poyang turun mencapai rekor terendah hingga 4,6 meter. Pada tahun berikutnya, danau tersebut memasuki musim kering pada 20 Juli, menjadikannya tanggal paling awal dalam catatan.

Para ahli memperingatkan bahwa level air yang rendah dalam jangka panjang akan memengaruhi migrasi musim dingin ratusan ribu burung migran, termasuk burung bangau Siberia, burung bangau oriental, dan burung bangau leher putih, serta reproduksi beragam spesies akuatik seperti gondal tanpa sirip (finless porpoise).

Pemerintah daerah di sekitar danau sedang memantau situasi dengan saksama, menerapkan langkah-langkah pengelolaan air yang tepat, serta melaksanakan tanggap darurat, seperti pengerukan kanal dan penambahan air ekologis, untuk meminimalkan dampak. Ant/Xinhua

Dengan ekosistemnya yang terpelihara dengan baik, Danau Poyang menjadi situs utama untuk migrasi musim dingin burung air di Asia. Periode puncak migrasi burung menuju danau tersebut biasanya berlangsung dari pertengahan Desember hingga awal Januari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Pole position GP Singapura Milik Max Verstappen

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pole position GP Singapura ...
Megapolitan
Terus Diobok-obok, Kampung ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.