Trump Bersumpah Balaskan Serangan yang Tewaskan Dua Tentara AS di Suriah
📅 Senin, 15 Des 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Alex WROBLEWSKI/AFP
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan ada “pembalasan serius” setelah dua prajurit Angkatan Darat negara itu dan seorang penerjemah tewas di Suriah, dalam apa yang menurut pejabat merupakan serangan oleh seorang penembak kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) yang juga melukai tiga warga Amerika lainnya.
“Ini adalah serangan ISIS terhadap Amerika Serikat, dan terjadi di Suriah, di wilayah Suriah yang sangat berbahaya dan tidak sepenuhnya berada di bawah kendali mereka,” kata Trump dalam unggahan media sosial pada Sabtu (13/12).
“Akan ada pembalasan yang sangat serius,” tulis Trump.
Dikutip dari The Straits Times, Trump tidak merinci bentuk pembalasan tersebut, baik dalam unggahan itu maupun dalam pernyataannya kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih untuk menghadiri pertandingan sepak bola Army-Navy pada Sabtu.
Dalam pernyataan terpisah, Komando Pusat AS (US Central Command) menyebutkan bahwa kelompok tersebut disergap oleh seorang penembak tunggal yang mereka identifikasi sebagai militan ISIS. Penembak itu kemudian tewas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serangan terjadi di kota Palmyra ketika para tentara tersebut tengah menjalankan operasi kontra-terorisme, kata juru bicara Pentagon Sean Parnell dalam pernyataan terpisah.
Palmyra berada di luar kendali Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa.
Pentagon menahan identitas para korban hingga 24 jam setelah keluarga mereka diberi pemberitahuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pasukan AS diketahui bekerja sama dengan Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces) yang dipimpin kelompok Kurdi untuk memerangi sisa-sisa kekuatan ISIS setelah tergulingnya Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Parnell mengatakan serangan itu terjadi saat para prajurit “sedang melakukan pertemuan dengan pemimpin kunci” dalam rangka mendukung operasi kontra-terorisme.
Targetkan Patroli Gabungan
Sementara itu, Utusan Khusus AS untuk Suriah Tom Barrack menyebut penyergapan tersebut menargetkan “patroli gabungan pemerintah AS–Suriah”.
“Pelaku kejam yang melakukan serangan ini telah tewas oleh pasukan mitra,” tulis Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di X.
Parnell mengatakan identitas para prajurit yang tewas akan ditahan hingga keluarga mereka menerima pemberitahuan resmi. Insiden tersebut merupakan yang pertama dilaporkan sejak pasukan yang dipimpin kelompok Islamis menggulingkan penguasa lama Suriah, Bashar al-Assad, pada Desember 2024, sekaligus memulihkan hubungan negara tersebut dengan AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!