Semangat Serukan Kekayaan Intelektual Lokal dan Kreativitas
📅 Senin, 15 Des 2025, 16:55 WIB | Oleh: OpikKementerian ini memfasilitasi Ndarboy Genk dan penyanyi tuna netra Fauzi Haidi untuk tampil di Festival Indofair 2025 di Suriname pada November 2025, yang juga merupakan kolaborasi antara Deputi Bidang Kreativitas Media Direktorat Musik Kementerian Ekraf serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paramaribo dan Direktorat Amerika II Kementerian Luar Negeri
Industri gim karya anak Indonesia juga sudah dilirik internasional dan memiliki kualitas setara. Dengan berkolaborasi bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI), Kemenekraf mengembangkan program Game Seed untuk menjaring pengembang gim lokal agar bisa tembus ke pasar global.
Gim lokal juga sudah mulai dilirik internasional karena kualitasnya, seperti Agni, Mythical Oddysey, Loka Pala, hingga Khuga, serta Coffee Talk yang sudah bekerja sama dengan Jepang. Selain itu, promosi dalam mendukung industri gim lokal juga dilakukan kementerian ini, yakni menyediakan games corner di bandara-bandara yang menyediakan gim buatan Indonesia hasil kurasi AGI, dan juga menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel, termasuk Artotel dan Ashley Hotel, untuk menghadirkan layanan gim di dalam kamar.
Kemenekraf juga telah membentuk rencana kolaborasi bersama pengembangan gim lokal dan organisasi esport, seperti dengan Evos Sport untuk mendongkrak talenta atlet esport dan juga pengembang gim Mobile Legends: Bang Bang, Moonton Games.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak lupa, sektor fesyen yang merupakan salah satu menyumbang terbesar pendapatan negara, menjadi andalan Kemenekraf untuk memperlihatkan kualitas Indonesia di mata dunia, di antaranya program pengembangan fesyen Ide Indonesia (IDE.IND) Fesyen 2025 untuk memperkuat kapasitas jenama di subsektor fesyen agar benar-benar siap bersaing di pasar.
Program Direktorat Fesyen ini menjadi wadah pengembangan bagi pegiat fesyen yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Sumbangan pada negara
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam Kabinet Merah Putih ini, Kemenekraf memiliki tugas untuk memperkuat ekosistem kreatif, perlindungan hak kekayaan intelektual atau HAKI, dan mendorong pertumbuhan sektor ini agar mampu berkontribusi signifikan pada PDB, ekspor, investasi, dan penciptaan lapangan kerja, menjadikan ekraf sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.
Sepanjang tahun 2025, kementerian ini telah menunjukkan capaian target nasional yang cukup signifikan, di antaranya realisasi investasi dari pihak internasional dalam 6 bulan pertama sudah mencapai 66 persen di tahun 2025, atau menyumbang 9 persen dari total realisasi investasi nasional.
Lalu, dari ekspor per Oktober, data Badan Pusat Statistik 2025 yang diolah Kemenekraf tercatat telah mencapai 100 persen dari target 2025, yaitu 26,44 miliar dolar Amerika atau menyumbang 13 persen dari total ekspor nonmigas.
Sementara itu, di sektor tenaga kerja, sampai pada November 2025 tercatat Kemenekraf sudah melampaui target nasional dari 25,5 juta orang, kini sudah mencapai 27,4 juta orang bekerja di sektor kreatif, atau mencapai 107 persen dari target yang ditetapkan.
Dari subsektor film, animasi, dan video mencatatkan nilai investasi sebesar 600 miliar rupiah, menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Dari semua pencapaian itu, kontribusi Kemenekraf terhadap pendapatan negara, kini sudah mencapai 1,500 triliun rupiah atau sekitar 7 persen dari PDB nasional, melampaui target nasional yang diberikan, yakni 5,54 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!