Safari Gemarikan Jadi Strategi Bantul Perkuat Gizi Keluarga

Senin, 15 Des 2025, 11:05 WIB

BANTUL - Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bantul terus diperkuat dengan pendekatan gizi berbasis pangan lokal. Salah satunya melalui kegiatan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Sabtu (13/12/2025). Program ini menjadi ruang edukasi langsung bagi masyarakat sekaligus penegasan komitmen pemerintah dalam meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein keluarga.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat dengan kehadiran Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Suharto. Kehadiran legislator yang membidangi pertanian, pangan, dan kelautan itu menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam pemenuhan gizi masyarakat.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkab Bantul

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, Safari Gemarikan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah untuk membangun kebiasaan konsumsi ikan di tengah masyarakat. Menurutnya, ikan memiliki kandungan gizi yang sangat dibutuhkan, terutama bagi anak-anak.

“Ikan mengandung omega 3 yang berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan, serta protein yang baik untuk kesehatan, kecerdasan, dan kelincahan, khususnya bagi anak-anak,” ujar Halim.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Bantul sebagai penopang ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

Sementara itu, Siti Hediati Suharto menyampaikan bahwa Gerakan Gemarikan sejalan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan pemerintah. Ia menilai ikan sebagai sumber protein yang mudah diakses dan memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang anak.

“Segala jenis ikan memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, baik ikan air tawar maupun ikan laut,” ungkapnya.

Dalam Safari Gemarikan tersebut, masyarakat menerima 500 paket bantuan yang berisi ikan segar dan produk olahan ikan. Bantuan ini diharapkan tidak hanya menambah asupan gizi keluarga, tetapi juga mendorong kebiasaan konsumsi ikan sejak usia dini sebagai langkah konkret pencegahan stunting di wilayah Trimurti dan sekitarnya.

Titi menambahkan, dampak stunting tidak berhenti pada persoalan tinggi badan, melainkan juga berpengaruh pada kualitas kesehatan dan kemampuan belajar anak di masa mendatang. Karena itu, ia berharap kegiatan ini dapat mendorong keluarga menjadikan ikan sebagai menu rutin, mengolahnya dengan cara yang disukai anak-anak, serta memanfaatkan potensi laut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  • Bantul
  • gemarikan
  • cegah stunting

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.