Berpotensi Melemah Lanjutan, 11 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026, 06:10 WIBJAKARTA â Nilai tukar rupiah diperkirakan masih meÂlanjutkan pelemahannya, hari ini (12/5). Pergerakan ruÂpiah bakal dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah dan rilis data penting ekonomi di Amerika Serikat (AS).
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi melihat investor terus mencermati kebuntuan peÂrundingan damai antara AS dan Iran. Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada rilis data inflasi AS bulan April, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS.
Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terÂhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarÂbank, Selasa (12/5), bergerak fluktuatif namun ditutup meÂlemah di kisaran 17.410 - 17.460 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdaÂgangan, Senin (11/5), melemah 32 poin atau 0,18 persen dari akhir pekan lalu menjadi 17.414 rupiah per dollar AS.
Ibrahim menganggap pelemahan rupiah dipengaruhi penolakan Iran terhadap proposal perdamaian oleh AS.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
-
Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Sudah Layak Turun, Bisa Ringankan Beban Kelas Menengah dan Dongkrak Daya Beli
-
Warga Diteror Ribuan Kutu Beras, Bulog Karawang Tindaklanjuti
-
KPK Panggil 13 Saksi di Jakarta dan Bali pada Kasus Imigrasi Silmy
-
Kemenpar Ajak Berwisata Melalui Liburan Cara Baru
-
Kolombia vs Kongo DR: Los Cafeteros Bidik Tiket 32 Besar, Leopards Incar Sejarah Baru
-
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Wagub Pastikan Penanganan Warga Terdampak Berjalan
Gerak Cepat Cegah Api Meluas, Polres Bangka Tengah Minta Warga Laporkan Karhutla Melalui Layanan 110
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.