Yen Jepang Sentuh Level Terendah Dalam 39 Tahun

Kamis, 23 Jul 2026, 01:00 WIB

TOKYO – Pemerintah Jepang menyatakan siap mengambil langkah yang diperlukan setelah nilai tukar yen kembali melemah hingga menyentuh level terendah dalam hampir empat dekade.

 Pada perdagangan Rabu (22/7), mata uang Jepang diperdagangkan di kisaran 163 yen per dollar Amerika Serikat (AS), level yang terakhir kali terjadi pada Desember 1986.

Ket. Foto: Ekonomi Jepang — Sumber: istimewa

Dikutip dari Antara, pernyataan tersebut disampaikan Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara di tengah meningkatnya spekulasi pasar mengenai kemungkinan intervensi pemerintah untuk menahan pelemahan yen. “Kami akan merespons dengan tepat jika diperlukan,” kata Kihara.

Meski demikian, ia menolak mengomentari secara spesifik pergerakan pasar valuta asing dan menegaskan sikap pemerintah Jepang tidak berubah. Pada pukul 09.00 waktu setempat, dollar AS diperdagangkan di kisaran 163,18– 163,20 yen, setelah sempat menembus level 163 yen pada perdagangan sebelumnya di New York.

Pelemahan yen dipicu meningkatnya permintaan terhadap dollar AS yang dianggap sebagai aset aman di tengah memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Bagi Jepang yang bergantung pada impor bahan baku, melemahnya yen berdampak langsung terhadap kenaikan biaya impor, mulai dari energi hingga bahan pangan, sehingga menambah beban rumah tangga dan dunia usaha.

Neraca Perdagangan

Di tengah tekanan nilai tukar tersebut, Kementerian Keuangan Jepang melaporkan negara itu mencatat defisit perdagangan sebesar 1,01 triliun yen atau sekitar 6,2 miliar dollar AS pada semester pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan awal kementerian, ekspor Jepang selama Januari–Juni naik 13,7 persen menjadi 60,66 triliun yen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut ditopang oleh meningkatnya pengiriman semikonduktor, perangkat elektronik, dan mobil.

Namun, impor juga meningkat 10,7 persen menjadi 61,67 triliun yen, didorong oleh kenaikan pembelian logam nonbesi dan telepon pintar. Sementara itu, impor minyak mentah dari Timur Tengah turun 26,4 persen menjadi 47,31 juta kiloliter. Penurunan ini terjadi setelah Jepang mempercepat diversifikasi pasokan energi menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Khusus pada Juni, Jepang kembali membukukan defisit perdagangan sebesar 406,9 miliar yen, lebih besar dibandingkan defisit yang telah direvisi pada Mei sebesar 391,8 miliar yen. Kementerian Keuangan menyebut pelemahan yen dan kenaikan harga minyak akibat krisis Timur Tengah menjadi faktor utama yang memperbesar nilai impor negara itu.

  • Ekonomi Jepang

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.