- Home
-
- Luar Negeri
-
- Serangan AS ke Iran untuk ...
Serangan AS ke Iran untuk Lemahkan Ancaman Teheran di Selat Hormuz
Kamis, 23 Jul 2026, 01:05 WIBTEHERAN -Â Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke Iran pada Rabu (22/7), yang memicu aktifnya sistem pertahanan udara di sejumlah wilayah Teheran. Serangan terbaru itu terjadi ketika Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Washington belum berniat mengakhiri perang, meski konflik tersebut telah menguras anggaran militer AS hingga 37,5 miliar dollar AS atau sekitar 610 triliun rupiah.
âKami belum selesai sama sekali... kami tidak akan pergi sekarang,â tegas Trump.
Konflik yang kini memasuki bulan kelima itu semakin meluas. Setelah sebelumnya berpusat di Selat Hormuz, pertempuran kini merambah titik-titik strategis lain di Timur Tengah yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.
Televisi pemerintah Iran melaporkan aktivitas sistem pertahanan udara terdengar di wilayah barat, timur, dan timur laut Teheran sesaat setelah serangan terjadi.
Militer AS menyatakan telah melancarkan 11 malam berturut-turut serangan terhadap sasaran militer Iran. Washington mengklaim operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Teheran dalam mengancam pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Di tengah eskalasi militer, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington masih membuka pintu diplomasi.
âMasalahnya, mereka tidak menganggap serius proses negosiasi ini,â kata Rubio saat menghadiri pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Manila.
Dari pihak Iran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei mengatakan komunikasi dengan AS melalui mediator masih terus berlangsung, meski serangan militer belum berhenti.
Sementara itu, beban perang yang terus membengkak mulai menjadi tekanan politik bagi Trump menjelang pemilu legislatif November mendatang. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan biaya operasi militer di Iran kini telah mencapai 37,5 miliar dollar AS, sekaligus meminta tambahan anggaran puluhan miliar dollar untuk melanjutkan operasi.
Trump bahkan mengisyaratkan target berikutnya adalah Pickaxe Mountain, kompleks bawah tanah di dekat Natanz yang diduga menjadi lokasi pengembangan fasilitas pengayaan uranium rahasia Iran.
Ancaman tersebut langsung dibalas Teheran. Komando Militer Khatam Al-Anbiya memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas itu akan dianggap sebagai perluasan perang.
âSemua kepentingan Amerika Serikat, sekutu, dan para pendukungnya akan menjadi sasaran,â demikian pernyataan militer Iran yang disiarkan televisi pemerintah IRIB.
Iran juga memperluas serangan balasan ke negara-negara Teluk yang menjadi sekutu Washington. Kuwait mengaku sedang menghadapi serangan drone Iran, sementara Bahrain, Yordania, dan Kuwait sebelumnya melaporkan berhasil mencegat rudal maupun pesawat nirawak yang memasuki wilayah mereka.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
CFD Rasuna Said Jadi Venue Baru Berolahraga Warga Jakarta
-
HBKB Rasuna Said Tekan Polusi Jakarta, Angka PM2.5 Turun 31 Persen
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam Setelah Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.