Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
Senin, 27 Apr 2026, 09:00 WIBJAKARTAâ PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina menegaskan pentingnya kolaborasi strategis, efisiensi investasi, dan dukungan regulasi untuk mendongkrak produksi minyak dan gas nasional.
Hal itu disampaikan Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PHE Dannif Danusaputro dalam Forum Energy Council Jakarta 2026 bertema âBreaking Into Indonesia: What Investors Need To Knowâ di Jakarta, tengah pekan lalu.
Menurut Dannif, peningkatan produksi harus dijalankan secara efektif dan efisien. Dukungan pemerintah lewat insentif fiskal sangat krusial karena masih banyak wilayah kerja yang butuh investasi berkelanjutan.
âKolaborasi menjadi kunci. Kami terus menjajaki studi dan inisiatif eksplorasi bersama untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional,â kata Dannif.
Sebagai operator dan kontraktor hulu migas, PHE rutin mengevaluasi kelayakan investasi dan ambang batas keekonomian proyek. Dukungan regulator, terutama SKK Migas, turut memperkuat langkah tersebut. PHE juga mendukung kebijakan pemerintah yang mengoptimalkan produksi migas dari sumur dan struktur eksisting.
Sebagai bagian dari Pertamina Group, PHE mengelola portofolio wilayah kerja yang luas. Namun, Dannif mengungkapkan tidak semua aset ekonomis dalam kondisi saat ini. Karena itu, kemitraan dengan mitra lokal maupun internasional menjadi strategi penting, khususnya untuk mengelola aset marginal.
PHE juga menegaskan komitmen pada standar kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan (HSSE) di seluruh operasi. Perusahaan terus memperkuat kerja sama di bidang teknologi.
Di tengah dinamika geopolitik global, eksplorasi tetap menjadi fokus utama. Kemitraan strategis penting untuk membuka akses pada teknologi dan pengetahuan, terutama dari perusahaan internasional.
âKeputusan investasi harus selaras dengan strategi portofolio dan tujuan jangka panjang perusahaan. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, kami berkomitmen menjaga keberlanjutan finansial sekaligus mendorong pertumbuhan. Efisiensi biaya juga menjadi faktor kunci dalam pengelolaan operasi dan investasi,â jelas Dannif.
PHE akan terus berinvestasi di operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan mencegah fraud dan memastikan perusahaan bebas dari penyuapan, salah satunya lewat implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Jati Diri dan Ragam Wajah Betawi di Ambang Usia 500 Tahun Ibu Kota
-
Sedang On-Fire! Marta Kostyuk Tembus Semifinal Grand Slam Dua Kali Beruntun, Incar Final Bersejarah bagi Ukraina
-
Warga AS Rayakan Hari Kemerdekaan 4 Juli dengan Kembang Api, Atraksi Pesawat Terbang, dan Cuaca Ekstrem
-
Bumi Makin Kritis, Laju Air Laut Naik Dua Kali Lipat Lebih Cepat dalam 10 Tahun
-
Mendagri Minta Lulusan Vokasi Politeknik Ben Mboi Unhan NTT Lirik Dunia Wirausaha
-
Cavaliers Melaju ke Final Wilayah Timur NBA
-
Dari Jenewa, Menaker Akan Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Presiden Prabowo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.