Tangerang Gelar Pasar Murah Tiga Pekan

Kamis, 23 Jul 2026, 01:10 WIB

TANGERANG – Untuk menekan gejola harga dan menyediakan pangan murah, Pemerintah Kota Tangerang, menyiapkan program gerakan pangan murah (GPM) yang berlangsung sekitar tiga pekan, mulai tanggal 23 Juli hingga 13 Agustus. GPM digelar di 13 kecamatan untuk menghadirkan paket sembako dengan harga terjangkau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun di Tangerang, Rabu, mengatakan GPM menjual paket sembako dengan harga murah yakni Rp95 ribu terdiri dari beras SPHP 5 kilogram seharga Rp58 ribu, minyak goreng kemasan 1 liter Rp22 ribu dan gula pasir 1 kilogram Rp17.500.

Ket. Foto: Kegiatan gerakan pangan murah (GPM) yang digerlar Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang di sejumlah wilayah. — Sumber: ANTARA/Irfan

Selain itu, tersedia pula berbagai komoditas pangan lainnya, seperti ayam segar mulai Rp35 ribuan, aneka daging beku mulai Rp105 ribuan, bakso mulai Rp11 ribuan, nugget mulai Rp10 ribuan, hingga aneka olahan ikan mulai Rp15 ribuan. Masyarakat juga dapat membeli telur ayam serta berbagai bumbu dapur di bawah harga pasar.

”Masyarakat diimbau datang lebih awal dengan membawa tas belanja untuk mengurangi penggunaan kantong plastik serta mengikuti arahan petugas selama pelaksanaan kegiatan,” kata Muhdorun. Lebih jauh Muhdorun menuturkan, program ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat.

Ia juga menuturkan, gerakan pangan murah merupakan upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau, terutama menjelang peringatan HUT ke-81 RI. “Melalui Gerakan Pangan Murah, kami ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Tangerang,” ujarnya.

Berikut jadwal GPM: 23 Juli di Halaman Kantor Kelurahan Poris Jaya, 27 Juli di Halaman Kantor Kelurahan Pajang, 28 Juli di Halaman Kantor Kecamatan Cipondoh.

Lalu 29 Juli di Halaman Kantor Kelurahan Karang Anyar, 30 Juli di Lingkungan Warga RW 07, Kelurahan Gebang Raya, 3 Agustus di Halaman GOR Tanah Tinggi.

Kemudian, 4 Agustus di Halaman Kantor Kelurahan Margasari, 5 Agustus di Halaman Kantor Kelurahan Manis Jaya, 6 Agustus di Halaman Kantor Kelurahan Jatiuwung.

Kemudian 10 Agustus di Halaman Kantor Kelurahan Panunggangan Timur, 11 Agustus di Halaman Kantor Kelurahan Karang Mulya, 12 Agustus di Halaman Kantor Kelurahan Sudimara Barat, dan 13 Agustus di Halaman Kantor Kecamatan Larangan.

Pengawasan

Sementara itu, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, memperketat pengawasan keamanan pangan terpadu di pasar-pasar tradisional. “Pengawasan keamanan pangan terus dilakukan secara rutin dengan menyasar pasar-pasar tradisional demi memastikan produk memenuhi standar keamanan pangan,” kata Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto,.

Pasar yang telah dikunjungi adalah Pasar Klender SS, Pasar Sawah Barat, Pasar Pondok Bambu, Pasar Perumnas Klender, dan Pasar Ciplak. “Kami turunkan sekitar 45 personel gabungan untuk mengantisipasi peredaran produk pangan yang mengandung zat kimia berbahaya yang membahayakan kesehatan masyarakat,” ujar Taufik.

Dia mengambil sebanyak 49 sampel pangan, terdiri dari 39 sampel produk pertanian dan 10 sampel peternakan. Seluruh sampel diperiksa menggunakan mobil laboratorium yang disiagakan di Pasar Klender SS.

  • pasar murah

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.