Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Denpasar Minta Desa Adat Kelola Sampah dengan Teba Modern

📅 Minggu, 14 Des 2025, 22:05 WIB | Oleh:
Wali Kota Denpasar Minta Desa Adat Kelola Sampah dengan Teba Modern Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkot Denpasar
Ket. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memukul gong saat membuka Paruman (pertemuan) Madya Majelis Desa Adat (MDA) Bali Tingkat Kota Denpasar Tahun 2025 yang dilaksanakan di Gedung Santi Graha Denpasar, Bali, Minggu (14/12).

DENPASAR -- Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meminta desa adat melalui lembaga adat Majelis Desa Adat untuk menyukseskan program penanganan sampah dengan membuat teba modern.

Hal itu dikatakan Jaya Negara saat menghadiri Paruman (pertemuan) Madya Majelis Desa Adat (MDA) Bali Tingkat Kota Denpasar Tahun 2025 yang dilaksanakan di Gedung Santi Graha Denpasar, Minggu.

Jaya Negara menyampaikan sebagai sebuah lembaga adat, keberadaan MDA diharapkan dapat menjadi kendaraan untuk mengendalikan masyarakat dari tingkat Banjar hingga desa di Bali termasuk di antaranya mengenai upaya pengelolaan sampah di hulu.

Teba modern sendiri adalah inovasi sistem pengomposan sampah organik skala rumah tangga berupa lubang beton sedalam dua meter yang mengurai sampah menjadi pupuk kompos, efisien, dan ramah lingkungan.

Karena itu, Wali Kota Denpasar Jaya Negara meminta seluruh masyarakat desa adat untuk turut bersinergi dengan program pemerintah terkait dengan penanganan sampah, salah satunya dengan membuat teba modern di lingkungan masing masing. 

"Terkait dengan program pengelolaan sampah ini, kami mohon sinergi desa adat untuk ikut menyediakan teba modern. Tentunya jika gerakan ini dilakukan secara masif, maka kita akan dapat melakukan penanganan sampah," katanya.

Pembangunan teba modern ini sendiri kata Jaya Negara, selain bisa mengolah sampah organik menjadi kompos alami, juga dapat menjadi sumur resapan air hujan untuk mencegah banjir dan mengisi cadangan air tanah.

"Meski teba modern ini kecil, namun jika masing-masing desa adat memiliki 10 teba modern, maka akan ada 350 teba modern yang tersedia. Jumlah ini tentunya saya rasa akan dapat mengurangi sampah," ujarnya lagi. 

Jaya Negara juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus MDA Kota Denpasar atas sinergitas yang telah dilakukan dengan Pemerintah Kota Denpasar. 

Sementara itu, Penyarikan Agung MDA Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Asmara Putra, menyampaikan, pihak MDA Bali memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah. Sebagai mitra pemerintah, jajaran MDA selalu berupaya untuk ikut berperan mensukseskan program yang dimiliki pemerintah daerah, tak terkecuali tentang penanganan sampah.

"Kami terus berupaya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, demi menjaga Bali agar tetap ajeg dan lestari," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.