Qodari: Semangat Natal 2025 cerminan visi Presiden untuk kedaulatan
📅 Sabtu, 13 Des 2025, 19:37 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Kantor Staf Kepresidenan
Jakarta -- Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa semangat perayaan Natal Nasional 2025 merupakan cerminan dari visi besar Presiden Prabowo Subianto, yakni mewujudkan kedaulatan, peningkatan kesejahteraan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Qodari saat menghadiri dan menjadi pembicara dalam Seminar Natal Nasional 2025 di Gedung Serbaguna Katedral Santa Maria, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (12/12).
Sebagaimana keterangan yang diterima, Sabtu, kegiatan nasional itu diselenggarakan langsung berdasarkan arahan dari Presiden Prabowo.
Qodari, yang menjabat sebagai dewan penasihat Panitia Nasional, turut menyampaikan salam dari Presiden kepada masyarakat Kalimantan Tengah.
Sesuai arahan Presiden, Natal tahun 2025 ini mengusung semangat kesederhanaan, semangat berbagi, dan semangat keadilan sosial. Oleh karena itu, Panitia Natal Nasional banyak mengadakan kegiatan sosial di berbagai wilayah Indonesia, tidak terbatas di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegiatan sosial tersebut meliputi pemberian sembako, beasiswa, pengadaan ambulans, dan penyelenggaraan seminar-seminar.
Dalam sambutannya, Kepala Qodari memaparkan visi dan program-program inti Presiden Prabowo, yang bertujuan agar masyarakat Indonesia, terutama masyarakat kecil, bisa tersenyum.
Dia merangkum visi tersebut dalam tiga pilar utama, pertama, kedaulatan negara, dimana Presiden berpandangan bahwa suatu bangsa baru dapat berdaulat apabila memiliki kemandirian pangan, kemandirian energi, dan kemandirian pertahanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sektor pangan, kebutuhan beras setahun (sekitar 30 juta ton) diharapkan dapat terpenuhi atau bahkan mencapai 32-33 juta ton pada Desember 2025.
Di bidang pertahanan, Qodari menjelaskan bahwa Presiden terus memperkuat sistem pertahanan, termasuk dengan memperbanyak Komando Daerah Militer (Kodam), salah satunya di Kalimantan Tengah.
Pilar kedua yakni peningkatan kesejahteraan dan keadilan sosial. Menurut Qodari, Presiden berupaya agar pendapatan masyarakat terus meningkat.
Upaya mewujudkan keadilan sosial ini diwujudkan melalui pembentukan Koperasi Merah Putih.
Koperasi ini bertujuan menyerap hasil produksi dari masyarakat desa dan perkotaan, serta menyediakan berbagai layanan, termasuk sembako, yang diharapkan dapat ditawarkan dengan harga lebih murah dibandingkan di toko.
Pilar ketiga adalah mewujudkan Indonesia Maju 2045. Qodari menjelaskan bahwa target menjadi bangsa maju di tahun 2045 akan dicapai melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!