Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UU Ciptaker Picu Pemerintah Beri Subsidi ke Industri Batubara

📅 Kamis, 11 Des 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
UU Ciptaker Picu Pemerintah Beri Subsidi ke Industri Batubara Doc: istimewa
Ket. Keadilan Ekonomi - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Berencana Berlakukan Pungutan Bea Keluar untuk Emas dan Batubara Mulai 2026

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) menekan penerimaan negara dari sektor batubara.

Perubahan status batubara menjadi barang kena pajak (BKP) menyebabkan pemerintah harus membayar restitusi pajak dalam jumlah sangat besar setiap tahun.

“Pada waktu Undang-Undang Cipta Kerja 2020 diterapkan jadi membuat status batubara dari non barang kena pajak menjadi barang kena pajak. Akibatnya industri batubara bisa meminta restitusi Pajak Pertambagan Nilai (PPN) ke Pemerintah sekitar 25 triliun rupiah per tahun,” kata Menkeu dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta baru-baru ini.

Meski perusahaan tambang mengeluarkan biaya produksi tinggi, nilai restitusi yang harus dibayarkan negara terbilang jumbo. Bahkan, menurutnya, pendapatan negara dari sektor batubara yang sebelumnya positif berubah menjadi negatif akibat skema tersebut.

Net income kita dari industri batubara bukannya positif malah dengan pajak segala macam jadi negatif,” papar Purbaya.

Kondisi itu terangnya membuat negara seperti memberikan subsidi tidak langsung kepada industri yang sejatinya sudah memperoleh keuntungan besar. Kondisi itu bertentangan dengan semangat keadilan ekonomi.

“Ini orang kaya, ekspor untungnya banyak, saya subsidi kira-kira secara enggak langsung,” kata Menkeu.

Oleh sebab itu, Pemerintah kini menyiapkan kebijakan pemungutan bea keluar batubara dan emas untuk mengurangi tekanan fiskal sekaligus memperbaiki struktur penerimaan negara.

Purbaya menilai kebijakan tersebut tidak akan mengganggu daya saing industri di pasar global karena hanya mengembalikan skema seperti sebelum perubahan UU Ciptaker berlaku.

“Artinya apa? Jadi sisi daya saing di pasar global tidak akan berkurang karena hanya seperti sebelumnya saja, 2020 sebelumnya seperti itu dan mereka bisa bersaing,” katanya.

Ia juga mengungkap salah satu dampak langsung dari besarnya restitusi batubara adalah turunnya penerimaan pajak tahun ini.

“Makanya kenapa pajak saya tahun ini turun karena bea restitusi cukup besar,” kata Menkeu.

Menkeu pun berencana memberlakukan pungutan bea keluar (BK) untuk emas dan batubara mulai 2026. Pemerintah juga menargetkan penerimaan sekitar 23 triliun rupiah setiap tahun dari pungutan bea keluar kedua komoditas tersebut, dengan rincian penerimaan BK emas sebesar 3 triliun rupiah dan BK batubara sebesar 20 triliun rupiah.

“Tambahan penerimaan ini akan kami gunakan pemerintah untuk menutup defisit APBN 2026,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.