Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Heartology Pecahkan Rekor Medis: Berhasil Lakukan Operasi Jantung MICS Tersulit Pertama di Indonesia dan Ketiga di Dunia

📅 Kamis, 11 Des 2025, 18:55 WIB | Oleh:
Heartology Pecahkan Rekor Medis: Berhasil Lakukan Operasi Jantung MICS Tersulit Pertama di Indonesia dan Ketiga di Dunia Doc: Heartology Cardiovascular Hospital
Ket. Nurfitriyani (kiri) datang untuk kunjungan kontrol pertama di Heartology Cardiovascular Hospital, setelah sebelumnya memiliki keluhan mudah lelah, jantung berdebar cepat dan sesak napas yang semakin berat. Heartology sukses melakukan operasi Minimally Invasive Cardiac Surgery dengan kombinasi MVr, ASD closure, dan TVr pertama di Indonesia.

JAKARTA - Heartology Cardiovascular Hospital kembali menorehkan prestasi besar dalam dunia kedokteran jantung Indonesia. Untuk pertama kalinya di Tanah Air, tim dokter Heartology berhasil melakukan Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) dengan kombinasi Mitral Valve Repair (MVr), Atrial Septal Defect (ASD) Closure, dan Tricuspid Valve Repair (TVr) pada satu pasien.

Keberhasilan ini sekaligus menempatkan Heartology sebagai rumah sakit pertama di Indonesia dan ketiga di dunia yang berhasil melaksanakan tindakan kompleks tersebut dengan hasil klinis yang diklaim optimal.

Pasien bernama Ny. Nurfitriyana, 38 tahun asal Purwakarta, datang dengan keluhan mudah lelah, jantung berdebar cepat dan sesak napas yang semakin berat. Pasien kemudian dirujuk untuk melakukan pemeriksaan dengan dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), dan ditemukan adanya Atrial Septal Defect (ASD) atau lubang pada sekat jantung yang menyebabkan aliran darah tidak normal antara atrium kanan dan kiri.

Saat dilakukan pemeriksaan echocardiography lanjutan oleh dr. Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K) ditemukan bahwa lubang pada sekat tersebut telah berukuran besar dan memengaruhi fungsi dua katup jantung, yaitu mitral dan trikuspid. Kondisi ini menandakan komplikasi lanjut akibat beban volume jangka panjang dan memerlukan tindakan bedah.

“Saat kami melakukan pemeriksaan ekokardiografi, terlihat bahwa kebocoran di sekat jantung ternyata sudah berdampak pada kerja katup mitral dan trikuspid. Ini membutuhkan intervensi menyeluruh, bukan hanya menutup lubang di sekat. Diagnosis yang akurat di tahap ini menjadi kunci keberhasilan keseluruhan tindakan,” jelas dr. Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K), FIHA, Echocardiologist Heartology Cardiovascular Hospital.

Pendekatan Multidisipliner dan Keputusan Tindakan

Dengan hasil tersebut, tim Heartology memutuskan untuk melakukan tindakan korektif komprehensif melalui pendekatan Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) teknik bedah dengan sayatan kecil yang meminimalkan trauma jaringan, mempercepat pemulihan, dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Tindakan dilakukan oleh dr. Dicky A. Wartono, Sp.BTKV, bersama dr. Akmal A. Sembiring, Sp.BTKV, dan dr. Rynaldo P. Hutagalung, Sp.BTKV. Operasi ini tergolong high-complexity MICS karena menggabungkan tiga prosedur mayor sekaligus perbaikan katup mitral, penutupan ASD, dan perbaikan katup trikuspid dalam satu kali tindakan minimal invasif.

Menurut laporan jurnal medis internasional, hanya dua kasus serupa di dunia yang pernahdilaporkan sebelumnya. Bazarov DV et al., Shanghai Chest (2023)-melaporkan keberhasilan ASD closure + mitral annuloplasty + tricuspid annuloplasty melalui uniportal thoracoscopic MICS dengan cannulasi femoral, waktu operasi 332 menit, CPB 100 menit, dan pasien pulang pada hari ke-8. (Shanghai Chest Journal)

Eapen et al., Journal of Medical Science and Clinical Research (JMSCR, 2020) - melaporkan ASD closure + Mitral Valve Replacement + Tricuspid Repair menggunakan pendekatan minimally invasive pada pasien Lutembacher syndrome. (JMSCR 2020). Dengan demikian, Heartology Cardiovascular Hospital menjadi pusat ketiga di dunia yang berhasil mendokumentasikan tindakan konkomitan ASD closure + mitral valve repair + tricuspid valve repair via MICS, sekaligus yang pertama di Indonesia.

“Prosedur ini termasuk kategori high-complexity MICS. Kami melakukan koreksi pada tiga area vital jantung melalui ruang yang sangat terbatas, dengan hasil yang sangat memuaskan,” ujar dr. Dicky A. Wartono, Sp.BTKV.

Pemulihan Cepat dan Hasil Klinis Optimal

Pasien menunjukkan pemulihan klinis yang sangat baik, di mana fungsi jantung kembali stabil dan keluhan sesak berkurang drastis dalam hitungan hari. Hanya enam hari pascatindakan, pasien telah pulih sepenuhnya dan dapat kembali beraktivitas ringan.

“Kasus ini merupakan contoh konkret bagaimana integrasi diagnosis presisi, advance imaging, dan teknik bedah modern dapat diimplementasikan secara kolaboratif di Indonesia,” ujar dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.