Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geger di Pelabuhan Ambon! Karton Mencurigakan Berisi Nuri Maluku Dilindungi

📅 Rabu, 10 Des 2025, 18:25 WIB | Oleh:
Geger di Pelabuhan Ambon! Karton Mencurigakan Berisi Nuri Maluku Dilindungi Doc: ANTARA/Winda Herman
Ket. Satwa burung nuri maluku yang diamankan BKSDA Maluku.

AMBON - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku Pelabuhan Yos Sudarso Ambon mengamankan seekor nuri Maluku dari sebuah karton mencurigakan milik penumpang KM Pangrango di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. 

Burung yang termasuk satwa dilindungi itu kini dibawa ke pusat konservasi untuk diobservasi sebelum dilepasliarkan, sementara petugas memperketat pengawasan terhadap potensi penyelundupan satwa di jalur laut.

“Bersama tim dari balai karantina hewan, ikan, dan tumbuhan (BKHIT), petugas kemudian memeriksa isi karton tersebut dan menemukan satu ekor burung nuri Maluku yang merupakan satwa dilindungi,” kata Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Maluku Arga Chrystan, di Ambon, Rabu.

Pemilik satwa diberikan penyadartahuan terkait aturan peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL), hingga akhirnya menyerahkan burung tersebut secara sukarela kepada petugas. Saat ini, burung nuri Maluku itu telah dibawa ke Pusat Konservasi Satwa Kepulauan Maluku untuk diobservasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

“Penindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan rutin terhadap potensi penyelundupan satwa di jalur transportasi laut, yang diketahui kerap dimanfaatkan untuk mengirim satwa tanpa dokumen resmi,” ujarnya.

BKSDA Maluku menegaskan bahwa nuri Maluku termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan, sehingga setiap aktivitas perdagangan, pengangkutan, atau pemeliharaannya wajib disertai izin resmi dari pemerintah.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli atau memelihara satwa dilindungi tanpa dokumen sah untuk mencegah tingginya permintaan yang dapat memicu perburuan liar di alam.

Selain itu, BKSDA meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui adanya indikasi perdagangan TSL ilegal di wilayah Maluku, sebagai upaya bersama menjaga kelestarian satwa endemik di daerah tersebut.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahwa, Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta (Pasal 40 ayat (2)).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.