Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cabai Kian Mahal! Pemkot Yogya Dorong Warga Menanam di Rumah, Mampukah Redam Inflasi?

📅 Rabu, 10 Des 2025, 16:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cabai Kian Mahal! Pemkot Yogya Dorong Warga Menanam di Rumah, Mampukah Redam Inflasi? Doc: ANTARA/ Indah PS
Ket. Salah pedagang tradisional di Pekanbaru yang menjual cabai merah.

YOGYAKARTA – Imbauan kepada warga untuk menanam cabai secara mandiri mencerminkan upaya pemerintah meredam tekanan inflasi pangan dari sisi suplai sekaligus meningkatkan ketahanan rumah tangga terhadap fluktuasi harga komoditas.

Langkah ini dinilai strategis mengingat cabai merupakan komoditas dengan volatilitas tinggi yang kerap memicu lonjakan inflasi musiman. Dengan menanam sendiri, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan pasar dan menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga.

Namun, efektivitas inisiatif ini tetap bergantung pada ketersediaan lahan, akses bibit, serta edukasi budidaya yang memadai agar gerakan ini tidak berhenti sebagai kampanye seremonial, melainkan menjadi praktik berkelanjutan dalam manajemen pangan keluarga.

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengimbau warga setempat menanam cabai secara mandiri untuk menghadapi lonjakan harga komoditas itu di pasaran.

"Pasokan memang sangat terbatas. Imbauan kami, masyarakat di kota sudah mulai menanam cabai sendiri bisa untuk sehari-hari," ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Selasa (9/12).

Berdasarkan hasil pemantauan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta, kata Wawan, secara umum harga bahan pokok di Kota Yogyakarta masih stabil.

Meski demikian, ia mengakui cabai menjadi komoditas yang mengalami lonjakan paling tinggi.

Wawan menyebut harga cabai saat ini telah mencapai Rp80.000-Rp95.000 per kilogram akibat menurunnya pasokan dari beberapa daerah.

"Yang semakin pedas tadi harga cabai ya, harganya naik sampai Rp80-95 ribu per kg. Tapi secara keseluruhan masih cukup terkendali," ujarnya.

Terlepas soal harga, Wawan memastikan bahwa stok kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru dalam kondisi aman.

Selain di Pasar Bringharjo, pengecekan dilanjutkan ke Gudang Indomarco Yogyakarta untuk memastikan kelancaran distribusi barang.

Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Sri Riswanti menjelaskan selain cabai, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan harga, termasuk daging ayam.

"Daging ayam minggu ini sudah naik dari harga Rp36 ribu ke rata-rata Rp38 ribu sampai Rp40.000 per kg, tetapi stoknya tetap dipastikan aman. Hanya saja memang ada permintaan yang bersamaan," ujar dia.

Selain itu, bawang merah mengalami kenaikan dari Rp48.000 menjadi Rp50.000 per kg.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

14 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.