Dulu Selamatkan Korban Tsunami, Kini Gajah-Gajah Ini Kembali Bantu Bencana Aceh
📅 Selasa, 09 Des 2025, 17:58 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Rahmat Fajri
BANDA ACEH - Matahari baru saja merekah dari ufuk timur ketika sebuah truk merah berhenti di deretan pertokoan Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Kawasan ini masih menyisakan luka akibat banjir bandang dan longsor yang menghantam ratusan rumah pada Rabu dini hari, 26 November 2025.
Dari kendaraan lain di belakang truk, dua pria berseragam hijau tua turun sambil membawa tongkat gancu. Tanpa bicara, mereka naik ke atas truk dan menunggangi dua gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) yang berdiri tenang di atas truk.
Di pagi selasa pagi (8/12) itu, dua gajah bernama Mido dan Ajis diarahkan oleh Mahaout (pawang) untuk turun dan melangkah menuju belakang pertokoan, menyusuri rumah-rumah penduduk.
Kedatangan hewan raksasa ini sontak membuat jalanan sesak. Warga dari berbagai usia, baik orang tua hingga anak-anak bergegas keluar rumah, mengikuti langkah gajah dengan penuh rasa ingin tahu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka mengiringi Mido dan Ajis hingga ke tumpukan besar puing kayu yang berserakan, kayu-kayu yang terbawa arus deras dari sungai di seberang desa tersebut.
Puing itu menjulang hampir setinggi 1,5 meter. Berbagai jenis kayu, dengan ukuran tak beraturan, menutup jalan desa dan sebagian halaman rumah warga setempat. Pemilik rumah sudah tak bisa lagi menempati kediamannya.
Gajah-gajah jinak terlatih ini dikirim oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar. Mereka didatangkan untuk membantu membersihkan material kayu yang menumpuk setelah banjir bandang menerjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setibanya di titik pembersihan sekitar pukul 09.00 WIB, para mahaout langsung memberi aba-aba. Dengan belalai dan tenaga besar mereka, Mido dan Ajis mulai memindahkan kayu satu per satu dari jalan desa dan halaman rumah warga.
Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan, mengatakan bahwa seluruh gajah yang dikerahkan telah terlatih untuk situasi seperti ini.
"Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG Saree,” kata Hadi.
Menjelang siang, dua gajah lainnya, yaitu Abu dan Noni yang menjadi satu-satunya gajah betina dalam rombongan, tiba untuk membantu. Keempatnya bekerja hingga sore hari.
Namun, tumpukan kayu itu ternyata hanya bagian luar dari masalah. Di bawahnya, tanah padat dan lumpur yang terbawa banjir telah menutup sebagian besar rumah warga.
Banyak rumah yang kini tertimbun hingga setengah badan, memunculkan pemandangan yang cukup memprihatinkan di tengah desa yang sebelumnya cukup indah dipandang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!