Tiongkok–Jepang Memanas, Rusia–NATO Mengeras: Dunia di Persimpangan Krisis
📅 Senin, 08 Des 2025, 02:48 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: AFP/POOL/Alastair Grant
JAKARTA – Kondisi geopolitik global menunjukkan eskalasi baru seiring meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan Jepang, serta Russia dengan negara-negara NATO. Di Asia Timur, rivalitas lama terkait klaim wilayah dan dinamika militer kembali mengemuka sehingga memicu kekhawatiran tentang potensi salah kalkulasi yang dapat memicu konflik terbuka.
Pada saat bersamaan, di Eropa dan Atlantik Utara, hubungan Russia dan NATO terus memburuk akibat penempatan pasukan, manuver militer, serta perbedaan kepentingan strategis yang semakin tajam. Kombinasi ketegangan di dua kawasan ini dikhawatirkan menambah tekanan pada stabilitas global, meningkatkan risiko guncangan ekonomi, volatilitas pasar energi, hingga potensi gangguan rantai pasok yang dapat berdampak luas pada negara-negara berkembang.
Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan dua jet tempur J-15 Angkatan Laut Tiongkok dua kali mengarahkan radar mereka secara bergantian ke pesawat F-15 Pasukan Bela Diri Udara Jepang (ASDF) di atas laut lepas di sebelah tenggara Okinawa.
“Insiden pertama terjadi, Sabtu (6/12) antara pukul 16.32 dan 16.35 waktu setempat (14:32 dan 14:35 WIB), ketika J-15 yang lepas landas dari kapal induk Liaoning mengarahkan radarnya ke F-15 yang sedang berupaya mencegah pesawat itu mendekati wilayah udaranya,” demikian menurut Kementerian Pertahanan Jepang.
Insiden kedua tercatat antara pukul 18.37 dan 19.08 waktu setempat (16:37 dan 17:08 WIB), ketika J-15 kembali mengunci radar pada F-15 lain di area sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, Kementerian Pertahanan Jepang menegaskan tidak ada kerusakan pada pesawat maupun personel Pasukan Bela Diri. Mereka menyebut tindakan tersebut berbahaya dan melampaui batas-batas keselamatan penerbangan.
Di sisi lain, Tiongkok, Sabtu (6/12), menggelar latihan penerbangan di Samudra Pasifik menggunakan kapal induk Liaoning, setelah kapal itu melintasi perairan dekat Prefektur Okinawa, Jepang. "Tiongkok berkomitmen pada kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif," kata Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok, pada Jumat (5/12).
Tiongkok dikabarkan telah mengerahkan lebih dari 100 kapal angkatan laut dan penjaga pantai di perairan Asia Timur di tengah ketegangan diplomatik dengan Jepang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti dikethaui, Tiongkok meningkatkan pengerahan kapal militer sejak 14 November setelah memanggil Duta Besar Jepang Kenji Kanasugi. Pemanggilan ini untuk memprotes pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi terkait pernyataannya mengenai respons Jepang secara militer jika Taiwan diserang.
Kecaman Russia
Sementara itu, Russia mengambil sejumlah langkah keamanan nasional setelah Norwegia dan Inggris bekerja sama meningkatkan persiapan militer mereka dalam melacak kapal selam Russia. "Kami telah berulang kali menegaskan bahwa persiapan militer Norwegia, Inggris, dan negara-negara NATO lainnya di 'sayap utara' yang ditujukan terhadap Rusia mengancam keamanan nasional negara kami, mengganggu stabilitas Arktik, dan meningkatkan kemungkinan insiden berbahaya, baik yang tidak disengaja maupun yang bersifat provokatif," kata kata Duta Besar Russia untuk Oslo Nikolai Korchunov, Sabtu (6/12).
Dia menambahkan militerisasi intensif di wilayah utara Norwegia dan internasionalisasi militer di Arktik tidak akan meningkatkan keamanan, tetapi justru menjadi faktor yang mendorong ketegangan dan eskalasi militer-politik. Pada 4 Desember, Inggris dan Norwegia meneken perjanjian kerja sama pertahanan baru, yang mencakup patroli bersama di wilayah maritim antara Greenland, Islandia, Inggris, dan Norwegia untuk melacak pergerakan kapal selam Angkatan Laut Rusia. mad/Ant/E-10
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!