Thailand Hujani Serangan Udara di Perbatasan Sengketa, Ketegangan dengan Kamboja Melejit
📅 Senin, 08 Des 2025, 20:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Militer Thailand mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan serangan udara di sepanjang perbatasan yang disengketakan dengan Kamboja pada Minggu, sebagai respons terhadap aktivitas yang mereka klaim mengancam keamanan. Operasi ini menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan kedua negara yang sudah berlarut-larut.
Dalam pernyataannya, Angkatan Darat Thailand mengatakan bahwa serangan udara itu diluncurkan di area yang mereka sebut sebagai zona rawan infiltrasi kelompok bersenjata. Wilayah yang dimaksud berada di titik perbatasan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber friksi antara Bangkok dan Phnom Penh.
"Kami melancarkan operasi untuk menjaga stabilitas dan memastikan tidak ada ancaman lintas batas terhadap warga Thailand," ujar juru bicara militer Thailand. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan usai deteksi aktivitas tidak bersahabat di sisi lain perbatasan.
Pihak berwenang Thailand menyebut bahwa operasi dilakukan secara terukur dan menyasar titik spesifik di area hutan lebat yang sulit diakses. Mereka menambahkan bahwa tidak ada laporan korban jiwa dari pihak Thailand dalam operasi tersebut.
Sementara itu, pemerintah Kamboja menyatakan keprihatinan mendalam atas manuver militer Thailand di dekat wilayahnya. Phnom Penh menuding Bangkok bertindak sepihak tanpa koordinasi dan berpotensi membahayakan warga sipil di sekitar zona tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami meminta Thailand menahan diri dan tidak mengambil langkah yang dapat memperburuk ketegangan," kata pejabat Kementerian Luar Negeri Kamboja. Pernyataan tersebut menyoroti perlunya saluran komunikasi yang lebih intens antara kedua negara.
Perselisihan batas Thailand-Kamboja sudah berlangsung lama, terutama di sekitar wilayah kaya hutan dan situs bersejarah. Meski kedua negara beberapa kali mencoba meredakan ketegangan melalui dialog bilateral, gesekan tetap muncul akibat patroli militer dan isu klaim teritorial.
Para analis menilai bahwa serangan udara kali ini menandai babak baru yang lebih serius dari konflik tersebut. Mereka memperingatkan bahwa aksi militer terbuka, meskipun skala kecil, dapat memicu respons balik yang membahayakan stabilitas kawasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Militer Thailand mengatakan pihaknya tetap waspada dan tidak menutup kemungkinan melakukan operasi lanjutan jika dianggap perlu. Mereka menegaskan bahwa langkah ini bertujuan melindungi kedaulatan negara dan mencegah infiltrasi kelompok yang menurut Thailand punya kapasitas mengganggu keamanan.
Situasi di lapangan disebut masih tegang dengan aktivitas patroli intensif di kedua sisi perbatasan. Warga di desa-desa sekitar perbatasan melaporkan mendengar suara pesawat dan ledakan dari kejauhan dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah pihak internasional menyerukan agar Thailand dan Kamboja segera membuka dialog untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Mereka menambahkan bahwa konflik bersenjata terbuka akan membawa dampak besar bagi stabilitas ekonomi dan politik di Asia Tenggara.
Ketidakjelasan batas wilayah yang menjadi sengketa diperkirakan akan terus memicu hubungan panas-dingin antara kedua negara. Selama belum ada kesepakatan komprehensif, wilayah tersebut diprediksi akan tetap menjadi titik rawan yang setiap saat bisa memantik konflik baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!