Hong Kong Gelar Pemilu Pascakebakaran Besar di Tai Po
📅 Senin, 08 Des 2025, 08:56 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
HONG KONG - Warga Hong Kong memberikan suaranya dalam pemilu yang dianggap sebagai ujian sentimen publik menyusul kebakaran mematikan yang memicu kemarahan sebagian warga kota.
Pemilu legislatif Hong Kong berakhir pada hari Minggu (7/12) dengan tingkat partisipasi pemilih sebesar 31,9 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan pemilu sebelumnya yang diadakan pada tahun 2021, menurut kantor pemilihan umum kota tersebut.
Sekitar 1,3 juta dari 4,1 juta pemilih terdaftar di kota yang berpenduduk lebih dari tujuh juta jiwa tersebut memberikan suara untuk anggota parlemen baru, menurut data yang dipublikasikan secara daring pada Senin (8/12) pagi oleh Kantor Pendaftaran dan Pemilihan Umum.
Tingkat partisipasi pemilih pada hari Minggu tersebut merupakan yang terendah kedua yang pernah tercatat, setelah pemilu legislatif 2021 yang mencatat tingkat partisipasi sebesar 30,2 persen.
Pemerintah menggelar kampanye besar-besaran untuk mendorong warga memilih anggota Dewan Legislatif (LegCo). Semua kandidat telah diseleksi untuk memastikan mereka loyal kepada Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemilu ini berlangsung di tengah warga yang berduka atas kebakaran dahsyat di distrik Tai Po, Hong Kong, bulan lalu yang menewaskan hampir 160 orang.
Tiongkok sebelumnya telah melakukan perubahan besar pada sistem pemilu Hong Kong untuk memastikan hanya "para patriot" yang dapat mencalonkan diri.
Beijing menyatakan bahwa perubahan yang diberlakukan setelah protes anti-pemerintah pada tahun 2019 diperlukan untuk memastikan stabilitas di Hong Kong, tetapi para kritikus mengatakan perubahan tersebut justru melemahkan demokrasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjelang pemilu baru-baru ini, pihak berwenang menyalurkan bantuan kepada para penyintas kebakaran Tai Po, menangkap para tersangka, dan berupaya meningkatkan keamanan gedung, sementara beberapa warga Hong Kong mempertanyakan insiden tersebut.
Sebanyak 161 kandidat bersaing memperebutkan 90 kursi di LegCo, yang bertindak sebagai parlemen mini dan dapat membuat serta mengubah undang-undang. Dua puluh di antaranya dipilih secara langsung, sementara hampir setengahnya dipilih oleh Komite Pemilihan pro-Beijing dan sisanya dipilih oleh kelompok-kelompok kepentingan khusus seperti bisnis dan perdagangan.
Tahun ini, pemerintah telah memenuhi kota dengan poster-poster yang mendesak warga Hong Kong untuk datang ke tempat pemungutan suara, sambil menawarkan barang-barang gratis dan diskon belanja.
Setelah memberikan suara, setiap orang menerima "kartu ucapan terima kasih" yang dapat ditukarkan dengan voucher di toko dan restoran tertentu, atau untuk layanan kecantikan, pemeriksaan kesehatan, dan premi polis asuransi.
Pihak berwenang juga menawarkan akses masuk gratis ke kolam renang umum dan museum pada hari pemungutan suara, menyelenggarakan karnaval di berbagai lingkungan, dan mengadakan acara varietas dan gala yang disiarkan televisi.
Mereka juga menciptakan maskot kartun dan lagu tema untuk pemilu, yang diadaptasi dari lagu hit tahun 2001 karya bintang Cantopop Aaron Kwok, berjudul "Let's Vote, Together We Create The Future".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!