Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Turun Tangan! Industri Kosmetik Lokal Diakselerasi Biar Tembus Dunia

📅 Jumat, 05 Des 2025, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Turun Tangan! Industri Kosmetik Lokal Diakselerasi Biar Tembus Dunia Doc: ANTARA FOTO/ Ari Bowo Sucipto
Ket. Pekerja mengemas produk perawatan kulit sebelum diekspor dan dijual ke pasar domestik di industri kosmetik Haruka Malang, Jawa Timur.

JAKARTA – Dukungan pemerintah bagi industri kosmetik lokal semakin krusial mengingat besarnya potensi pasar domestik dan meningkatnya minat konsumen terhadap produk kecantikan berbahan alami dan halal.

Industri ini padat kreativitas dan memiliki rantai pasok yang luas, mulai dari pertanian bahan baku hingga manufaktur dan pemasaran digital. Namun, pelaku lokal masih menghadapi tantangan seperti sertifikasi, standardisasi kualitas, akses pembiayaan, serta kemampuan menembus pasar ekspor.

Intervensi pemerintah melalui insentif riset, percepatan perizinan, penguatan ekosistem UMKM, hingga promosi dagang internasional dapat memperkuat daya saing merek lokal.

Dengan regulasi yang mendukung inovasi dan investasi, industri kosmetik Indonesia berpotensi menjadi pemain regional yang mampu menciptakan nilai tambah tinggi dan membuka lebih banyak lapangan kerja.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan dukungan penuh pemerintah bagi produk kosmetik dan kecantikan lokal agar mampu menguasai pasar domestik hingga merambah pasar internasional.

“Kesempatan bagi usaha kecil dan menengah di sektor kecantikan luar biasa tinggi. Oleh karena itu, produk lokal perlu terus didorong agar skalanya semakin besar,” ujar Maman saat mengunjungi acara Jakarta X Beauty 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (5/12), dikutip dari keterangan kementerian.

Ia menekankan produk kosmetik dan kecantikan Indonesia telah terbukti mampu menguasai pasar domestik. Dominasi itu terlihat dari keterlibatan sekitar 300 merek lokal dalam Jakarta X Beauty 2025.

Menurutnya, potensi besar ini harus diiringi upaya agresif membuka pasar global, dengan pemerintah khususnya Kementerian UMKM memberikan dukungan penuh agar merek lokal dapat bersaing dan menembus pasar internasional.

“Dominasi produk lokal kita luar biasa. Kita harus mulai buka pasar di luar, selain menguasai pasar domestik,” katanya.

Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan peningkatan jumlah pengusaha kosmetik dalam Pengawasan Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (Perkosmi), dari 819 pengusaha pada 2021 menjadi 1.039 pada 2023, dengan 89,2 persen di antaranya merupakan usaha kecil dan menengah.

Pada 2024, jumlah unit usaha sektor kecantikan dan kosmetika meningkat menjadi lebih dari 1.500. Pertumbuhan jumlah pengusaha tersebut sejalan dengan naiknya nilai industri kosmetik nasional.

Data Kementerian Perindustrian mencatat pendapatan industri kosmetik meningkat 48 persen, dari sekitar Rp21,45 triliun pada 2021 menjadi sekitar Rp31,77 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini diproyeksikan terus berlanjut hingga 2028 dengan rata-rata peningkatan 5,35 persen per tahun.

“Kalau kita perbesar skalanya, pengusaha kecil dan menengah dapat meningkatkan produktivitas produknya. Kementerian UMKM wajib mendukung,” kata Maman.

Maman menyebutkan dukungan pemerintah terhadap sektor beauty and wellness diwujudkan melalui berbagai program Kementerian UMKM, mulai dari fasilitasi investasi dan permodalan, penguatan kemitraan rantai pasok melalui holding UMKM, hingga perluasan akses pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.