Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kedubes Turki Rayakan Hari Kopi untuk Pererat Hubungan dengan Masyarakat Indonesia

📅 Jumat, 05 Des 2025, 17:35 WIB | Oleh:
Kedubes Turki Rayakan Hari Kopi untuk Pererat Hubungan dengan Masyarakat Indonesia Doc: antara foto
Ket. Kedubes Turki untuk Indonesia merayakan hari Kopi Turki Sedunia.

JAKARTA - Kedutaan Besar (Kedubes) Turki untuk Indonesia mempererat kedekatan dengan masyarakat Indonesia melalui perayaan Hari Kopi Turki Sedunia yang digelar di Jakarta, Jumat (5/12).

Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan menjelaskan bahwa peringatan setiap 5 Desember tersebut dirayakan di berbagai negara karena kopi Turki dianggap memiliki kekhasan tersendiri.

Ia mengatakan perayaan itu tidak hanya bertujuan mengenalkan budaya minum kopi Turki, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kedekatan antarmasyarakat, termasuk dengan warga Indonesia.

Talip menegaskan bahwa Hari Kopi Turki tahun ini juga menjadi bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Turki dan Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, Turki ingin mempererat hubungan masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama bilateral kedua negara.

Talip menyampaikan bahwa Turki sebenarnya tidak memproduksi kopi, tetapi berhasil membangun budaya minum kopi yang mampu menyatukan masyarakat, baik di dalam negeri maupun dengan negara lain.

“Itulah sebabnya kami ingin memperkenalkan budaya tersebut ke Indonesia, karena kami percaya Turki dan Indonesia memiliki banyak kesamaan nilai. Dan Indonesia juga merupakan penghasil kopi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa budaya minum kopi di Turki berkembang sejak abad ke-16, sekitar 600 tahun lalu, ketika kopi yang datang dari Yaman menarik perhatian masyarakat dan membentuk tradisi baru.

Tradisi tersebut kemudian diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda, sehingga perlu dilindungi dan dilestarikan. “Jadi, ini adalah sesuatu yang ingin kami lindungi dan lestarikan,” kata Talip.

Selain memperkenalkan budaya kopi, Kedutaan Besar Turki juga memamerkan kain tradisional dari berbagai daerah di Turki.

Kain-kain yang dipamerkan merupakan karya asli abad ke-19 yang menunjukkan perkembangan teknologi tekstil, khususnya produksi sutra. Turki sendiri berada di Jalur Sutra, jaringan perdagangan kuno yang berkembang sejak abad ke-2 SM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.