Siaga! Rob Mengintai Pulau-Pulau Wisata, Kepulauan Seribu Lakukan Langkah Darurat
📅 Kamis, 04 Des 2025, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-Pemkab Kepulauan Seribu
JAKARTA – Mengantisipasi banjir rob menjadi agenda krusial bagi banyak wilayah pesisir Indonesia yang semakin rentan akibat kombinasi kenaikan muka air laut, penurunan tanah, dan tata ruang yang tidak berkelanjutan.
Tanpa intervensi yang terencana, banjir rob dapat mengganggu aktivitas ekonomi, merusak infrastruktur, dan memaksa relokasi penduduk dalam skala besar.
Upaya mitigasi perlu dilakukan secara terpadu, mulai dari penguatan tanggul dan drainase, penataan ulang kawasan pesisir, hingga pemantauan berbasis data untuk memetakan zona risiko.
Pengendalian ekstraksi air tanah dan rehabilitasi ekosistem mangrove juga menjadi komponen penting untuk memperlambat kerusakan.
Dengan strategi adaptasi yang terukur dan kolaborasi lintas sektor, risiko kerugian akibat banjir rob dapat ditekan sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah pesisir dalam jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, melakukan mitigasi di sepuluh pulau yang berpenduduk untuk mengantisipasi banjir rob, terutama di kawasan wisata.
"Memasuki libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Sudin SDA juga telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi banjir rob,” kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu, Mustajab di Jakarta, Kamis (4/12).
Pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan rob, menyiapkan pompa alkon dan pompa apung di seluruh pulau berpenduduk. Selain itu serta menyiapkan petugas untuk mencegah terjadinya genangan, khususnya saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Suku Dinas (Sudin) SDA Kepulauan Seribu juga terus berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem.
"Kendaraan operasional seperti gerobak motor dan pompa sudah dalam kondisi siap seluruhnya," kata dia.
Sudin SDA Kepulauan Seribu juga melakukan pemantauan secara rutin serta menyiapkan 166 Satgas SDA yang akan dikerahkan dan disebar di sepuluh pulau berpenduduk untuk memperkuat kesiapsiagaan.
"Kami memastikan seluruh pompa, alat berat dan kendaraan operasional dalam kondisi siap siaga untuk menghadapi kemungkinan banjir rob," ujar Mustajab.
Pada awal 2025, banjir rob terjadi hampir di seluruh pulau berpenduduk dari Pulau Sabira hingga Pulau Untung Jawa.
Namun yang terbaru hanya enam pulau yang terdampak dan sudah siap diantisipasi, dengan penanganan dan penguatan infrastruktur penahan rob untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas warga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!