Rupiah Hari Ini Terseret Melemah: Periode Blackout The Fed Bikin Pasar Kocar-Kacir
📅 Kamis, 04 Des 2025, 17:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay.
JAKARTA – Pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir tidak bisa dilepaskan dari masuknya periode blackout The Fed, ketika pejabat Federal Reserve dilarang memberikan pernyataan publik menjelang rapat FOMC.
Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga pun meningkat karena pasar kehilangan panduan verbal dari bank sentral AS. Dalam kondisi tanpa sinyal kebijakan ini, pelaku pasar cenderung mengambil posisi defensif dengan memperbesar permintaan terhadap dolar AS, sehingga menekan rupiah.
Sentimen global yang rapuh, ditambah ekspektasi bahwa The Fed mungkin menahan suku bunga lebih lama, membuat tekanan terhadap mata uang emerging markets—termasuk rupiah—semakin terasa.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan, Kamis (4/12), di Jakarta bergerak melemah 25 poin atau 0,15 persen menjadi tetap Rp16.653 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.628 per dolar AS.
Research & Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Tiffani Safinia menilai pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah seiring sikap pasar yang berhati-hati dan melakukan penyesuaian posisi seiring periode blackout (tidak ada pejabat Bank Sentral AS memberikan pernyataan) The Fed (Federal Reserve).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Rupiah tetap bergerak hati-hati dan rentang perdagangannya relatif sempit mengikuti arah dolar AS yang mulai menguat kembali di pasar global setelah naiknya permintaan safe-haven, serta spekulasi bahwa The Fed mungkin memberi sinyal kebijakan yang lebih hawkish pada pertemuan mendatang,” ujarnya di Jakarta.
Secara global, dolar AS mendapat dorongan dari peningkatan ekspektasi bahwa The Fed belum akan agresif menurunkan suku bunga, terutama pasca beberapa data tenaga kerja dan aktivitas ekonomi AS menunjukkan ketahanan.
“Dalam periode blackout, ketidakpastian bertambah karena pejabat The Fed tidak dapat memberikan kejelasan pasar, sehingga ruang spekulasi meningkat dan berpotensi menekan rupiah,” ucap Tiffani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi domestik, rupiah masih ditopang oleh stabilitas inflasi, aliran modal asing yang relatif terjaga, serta komitmen Bank Indonesia (BI) untuk menjaga kecukupan likuiditas valas.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.646 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.632 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!