IHSG Hari Ini Terseret Profit Taking: Euforia Pasar Berbalik Jadi Tekanan Jual!

Rabu, 03 Des 2025, 20:18 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring meningkatnya aksi profit taking setelah reli dalam beberapa hari terakhir mendorong valuasi sejumlah saham mendekati level jenuh beli.

Investor memanfaatkan momentum tersebut untuk merealisasikan keuntungan di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati, baik karena fluktuasi global maupun ketidakpastian domestik.

Ket. Foto: Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A

Tekanan jual paling terlihat pada sektor-sektor yang sebelumnya memimpin penguatan, menandakan rotasi portofolio jangka pendek masih dominan.

Meski koreksi bersifat teknikal, arah IHSG dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh stabilitas arus dana asing dan rilis data ekonomi yang dapat mengembalikan minat beli pelaku pasar.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/12) sore, ditutup melemah 5,25 poin atau 0,06 persen ke posisi 8.611,79 seiring dengan aksi profit taking (ambil untung) investor di pasar saham Indonesia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,56 poin atau 0,65 persen ke posisi 849,18.

“IHSG ditutup melemah, akibat profit taking setelah sebelumnya sempat menyentuh level intraday tertinggi baru di level 8.669,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, pelaku pasar tengah mencermati data Purchasing Managers' Index (PMI) berbagai negara yang dirilis pada Rabu (03/12), di antaranya data ISM Services PMI Amerika Serikat (AS) dan data Services PMI Final di Jerman, Inggris, dan Euro Area periode November 2025.

Kemudian, rilis data S&P Global Services PMI Final Jepang periode November 2025 dan rilis data RatingDog Services PMI China periode November 2025

Di sisi lain, spekulasi meningkat terkait dengan penurunan suku bunga acuan The Fed pada pekan depan, yang diperkuat oleh spekulasi bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett dapat dicalonkan sebagai ketua The Fed. Kevin Hassett dikenal mendukung penurunan suku bunga lebih cepat sejalan dengan sikap Presiden AS Donald Trump.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 1,65 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik sebesar 1,17 persen dan 1,02 persen.

Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 0,77 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 0,54 persen dan 0,38 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TRUE, ASHA, MBTO, GTSO dan ROCK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni IPOL, PGUN, TALF, RUNS dan RCCC.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.736.755 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 47,10 miliar lembar saham senilai Rp21,28 triliun. Sebanyak 328 saham naik, 316 saham menurun, dan 160 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 555,05 poin atau 1,13 persen ke 49.858,05, indeks Shanghai melemah 19,71 atau 0,51 persen ke 3.878,00, indeks Hang Seng melemah 334,32 poin atau 1,28 persen ke posisi 25.760,73, dan indeks Straits Times menguat 14,33 poin atau 0,32 persen ke posisi 4,552,29.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.